Klasifikasi Jenis-Jenis Bakteri Secara Lengkap Berdasarkan Bentuk, Suhu, Kebutuhan Oksigen, Pewarnaan Gram, Dinding Sel, Alat Gerak, Habitat, Dan Cara Memperoleh Makanan

Klasifikasi Bakteri - Ingin tahu ada apa saja jenis-jenis bakteri? Inilah penggolongan / klasifikasi bakteri secara lengkap berdasarkan bentuk, suhu, kebutuhan oksigen, pewarnaan gram, dinding sel, alat gerak, habitat / tempat hidup, dan cara memperoleh makanan.

Seperti yang dibahas pada postingan sebelumnya, pengertian bakteri menurut para ahli adalah organisme prokariotik bersel satu dengan ukuran sangat kecil (mikroskopik). Jumlah bakteri di bumi ini bisa mencapai ribuan, bahkan mungkin jutaan dan tersebar diberbagai tempat, baik tanah, sungai, laut, pegunungan, kutub, atau pun di dalam tubuh makhluk hidup.


Daftar Klasifikasi Jenis-Jenis Bakteri Secara Lengkap

Klasifikasi Bakteri
Klasifikasi Bakteri (sumber : NIAID)
Nah, mengingat saking banyaknya jumlah bakteri yang ada di dunia, maka perlu adanya pengelompokkan macam-macam bakteri atas dasar kriteria tertentu. Hal ini tentu saja untuk memudahkan para ahli atau pun pelajar dalam mempelajari bakteri. Kira-kira ada apa saja ya jenis-jenis bakteri itu? Yuk, simak ulasan dari Biologipedia berikut ini.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Bentuk

Salah satu ciri-ciri bakteri adalah memiliki banyak bentuk yang bermacam-macam. Berdasarkan bentuknya, bakteri dikelompokkan menjadi sekitar 4 jenis, yaitu Basil (Bacillus), Kokus (Coccus), Spiral (Sprillum), dan Koma (Vibrio). Masing-masing jenis tersebut, masih bisa dibedakan lagi lho, menjadi kelompok lainnya.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Bentuk
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Bentuk (sumber : LadyofHats)
  • Basil (Bacillus) : bakteri berbentuk batang dengan variasi bentuk monobasil (batang tunggal), diplobasil (batang berkoloni dua-dua), Streptobasil (batang berantai), dan Coccobacillus (batang agak bundar). Contoh bakteri yang termasuk Bacillus antara lain Lactobacillus, Salmonella typhosa (monobasil), Azotobacter (Streptobasil), Bacillus anthracis (Streptobasil), dan Streptobacillus moniliformis (Streptobasil).
  • Kokus (Coccus) : bakteri berbentuk bulat seperti bola, variasi bentuknya berupa Diplococcus (berbentuk bola berkoloni dua-dua), Streptococcus (berbentuk bulat berkoloni membentuk rantai), Sarcina (berbentuk bulat berkoloni membentuk kubus, dan Staphylococcus (bulat berkoloni membentuk seperti spiral). Contoh bakterinya yaitu Neisseria gonorrhoe, Diplococcus pneumonia, dan Sarcina sp.
  • Spiral (Sprillum) : bakteri berbentuk lengkung spiral, contohnya Treponema pallidum.
  • Koma (Vibrio) : bakteri berbentuk seperti tanda koma, contohnya Vibrio cholerae.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Suhu Dan Tempat Hidup (Habitat)

Bakteri dikenal memiliki habitat atau tempat hidup yang sangat luas, bahkan mampu bertahan hidup (beradaptasi) pada lingkungan ekstrim. Hal ini tentu saja berkaitan dengan struktur tubuh bakteri yang memiliki kapsul dan dapat membentuk endospora untuk melindungi diri ketika keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Berdasarkan suhu, tempat hidup atau habitatnya, bakteri dikelompokkan menjadi Methanogen, Halofit Ekstrim, dan Thermo Asidofil.

Habitat Ekstrim Bakteri
Habitat Ekstrim Bakteri : Grand Prismatic Spring, Yellowstone National Park (sumber : Frank Kovalchek)
Methanogen

Methanogen ini hidupnya bersifat anaerob atau tidak memerlukan oksigen dan heterotrof, dapat menghasilkan
methan (CH4), tempat hidupnya di lumpur, rawa-rawa, saluran pencernaan anai-anai (rayap), saluran pencernaan sapi, saluran pencernaan manusia dan lain-lain. Contohnya :

Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pektin
Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidrolisis selulosa
Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
Methanococcus janashii, penghasil gas methane

Halofit Ekstrim

Sebagian besar mikroorganisme ini bersifat aerob heterotrof meskipun ada yang bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen yang dimilikinya berupa bakteriorodopsin. Habitat pada lingkungan berkadar garam tinggi, seperti di danau Great Salt (danau garam), Laut Mati, atau di dalam makanan yang bergaram.

Termoasidofil

Termoasidofil merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energi. Hidup di lingkungan panas (60 – 80) derajat Celcius (termofil) dan pH 2 – 4, habitat di sumber air panas seperti Sulfolobus di taman nasional Yellow stone atau kawah gunung berapi di dasar laut.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Suhu Dan Habitat Tempat Hidupnya
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Suhu Dan Habitat Tempat Hidupnya (sumber : yourarticlelibrary.com)

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

Oksigen merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam proses pemecahan makanan menjadi energi. Namun, ternyata ada lho organisme yang tidak memerlukan oksigen dalam proses menghasilkan energi. Satu diantaranya adalah bakteri. Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri digolongankan menjadi Bakteri Aerob dan Bakteri Anaerob.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen (sumber : Eric Erbe)
  • Bakteri Aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2, dan energi. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya, misalnya, bakteri Nitrosomonas. 
  • Bakteri Anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya, bakteri asam susu, bakteri Lactobacillus bulgaricus, dan Clostridium tetani. Akan tetapi, jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gram Dan Dinding Sel

Berbeda dengan struktur tubuh virus yang sangat sederhana, tubuh bakteri tampak lebih kompleks dengan bagian terluar berupa dinding sel sebagai pelindung bagian organel sebelah dalamnya. Berdasarkan pewarnaan gram dan dinding selnya, bakteri dibagi menjadi 3 jenis yaitu bakteri gram positif, bakteri gram negatif, dan bakteri tanpa dinding sel.

Pewarnaan gram pada bakteri ditemukan pada tahun 1884 oleh Christian Joachim Gram, seorang ahli bakteriologi asal Denmark. Teknik Gram Stain (pewarnaan gram) adalah suatu teknik pewarnaan pada bakteri dengan cara memberi warna sel bakteri memakai kristal violet atau pewarna ungu, lalu dicuci dengan alkohol atau aseton.

Bakteri yang warna ungunya tidak luntur disebut bakteri gram positif. Bakteri ini mempunyai dinding sel yang tebal sehingga pewarna ungu tidak akan larut ketika dicuci dengan alkohol atau aseton. Adapun bakteri yang warna ungunya luntur disebut bakteri gram negatif. Bakteri yang dinding selnya tipis ini selanjutnya diwarnai dengan safranin atau pewarna merah.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gram Dan Dinding Sel
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gram Dan Dinding Sel (sumber : Y tambe)
  • Bakteri Gram Positif : Bakteri yang dinding selnya mampu mempertahankan zat warna kristal violet saat proses pewarnaan Gram. Bakteri ini akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop. Struktur dinding selnya lebih sederhana, banyak mengandung peptidoglikan. Misalnya Micrococcus, Staphylococcus, Leuconostoc, Pediococcus dan Aerococcus.
  • Bakteri Gram Negatif : Bakteri yang dinding selnya tidak bisa mempertahankan zat warna kristal violet pada saat proses pewarnaan Gram. Bakteri ini akan tampak berwarna merah bila diamati dengan mikroskop. Struktur dinding selnya lebih kompleks, peptidoglikan lebih sedikit. Misalnya Escherichia, Citrobacter, Salmonella, Shigella, Enterobacter, Vibrio, Aeromonas, Photobacterium, Chromabacterium, Flavobacterium.
  • Bakteri Tanpa Dinding Sel : Bakteri yang tidak memiliki dinding sel, contohnya Mycoplasma pneumoniae (penyebab pneumonia atipis), dan Mycoplasma genitalium (salah satu penyebab penyakit radang pelvis).

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Alat Gerak Dan Kedudukan Flagela

Flagela atau bulu cambuk merupakan bagian dari struktur tubuh bakteri bagian luar yang berfungsi sebagai alat gerak. Berdasarkan letak dan jumlah flagela atau alat gerak, klasifikasi jenis-jenis bakteri dibedakan menjadi 5 macam, yaitu Atrik, Monotrik, Lofotrik, Amfitrik, dan Peritrik.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Alat Gerak Dan Kedudukan Flagela
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Alat Gerak Dan Kedudukan Flagela (sumber : dummies.com)
  • Atrik : bakteri yang tidak mempunyai flagela (flagel) atau tidak punya alat gerak. Meskipun tak punya falgela, bakteri ini masih tetap bisa bergerak dengan cara berguling atau pun mengikuti arah aliran air dan angin. Contoh bakteri atrik yaitu Corynebacterium diptherae.
  • Monotrik : bakteri yang mempunyai satu flagela / flagel pada salah satu ujungnya. Contohnya Pseudomonas aeroginosa.
  • Lofotrik : bakteri yang memiliki lebih dari satu flagela / flagel pada salah satu ujungnya. Contohnya Pseudomonas flourescens.
  • Amfitrik : bakteri yang memiliki lebih dari satu flagela / flagel pada kedua ujungnya. Contohnya Aquaspirillum serpens.
  • Peritrik : bakteri yang memiliki flagela / flagel pada seluruh bagian tubuhnya. Contohnya Salmonella typhosa.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan

Sebagai organisme prokariotik tentu saja susunan organela sel bakteri lebih sederhana bila dibandingkan organisme eukarotik. Bakteri mempunyai cara khusus untuk memenuhi kebutuhan zat organiknya. Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, klasifikasi bakteri dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu Bakteri Autotrof dan Bakteri Heterotrof.
Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan
Gambar Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan (sumber : HansN)


Bakteri Autotrof

Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara mensintesis zat-zat anorganik menjadi zat organik. Berdasarkan asal energi yang digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof.
  • Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya, proses oksidasi senyawa tertentu. Contohnya, bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO2, bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter.
  • Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna, antara lain, dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna), Chlorobiaceae atau Bakteri belerang hijau, dan Chromatium okenii (Bakteri belerang ungu).

Bakteri Heterotrof

Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri tipe ini tidak dapat mengubah zat anorganik menjadi zat organik, sehingga untuk keperluan makannya bergantung pada zat organik yang ada di sekitarnya.

Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri jenis ini memiliki kemampuan untuk merombak zat organik menjadi zat anorganik.

Bakteri saprofit sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. Contohnya yaitu bakteri Eschericia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus bulgaricus yang berperan dalam pembuatan yogurt.

Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan, minuman, pernapasan, ataupun kontak langsung dengan penderita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain, kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae, sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.

Bagaimana sobat biologipedia? Cukup jelas bukan penjelasan tentang klasifikasi jenis-jenis bakteri tersebut? Apabila ada hal yang belum bisa dipahami, silahkan bisa ditanyakan melalui kolom komentar. Sekian dulu artikel singkat biologinya, semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Anda ke blog ini.

0 Response to "Klasifikasi Jenis-Jenis Bakteri Secara Lengkap Berdasarkan Bentuk, Suhu, Kebutuhan Oksigen, Pewarnaan Gram, Dinding Sel, Alat Gerak, Habitat, Dan Cara Memperoleh Makanan"

Post a Comment