Cara Hidup Dan Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Secara Litik Lisogenik Beserta Proses Urutan Tahapannya

Reproduksi Virus - Ingin tahu bagaimana cara virus berkembang biak? Inilah ulasan lengkap tentang cara hidup dan reproduksi virus (replikasi virus) secara litik maupun lisogenik beserta proses urutan tahapannya. Berbeda dengan bakteri, virus bukanlah sebuah sel karena tak memiliki nukleus, sitoplasma, dan organel sel.

Virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri ketika di dalam sel makhluk hidup lain, sedangkan saat berada di lingkungan luar, virus hanyalah benda tak hidup. Oleh karena itu, virus sering disebut sebagai makhluk hidup peralihan. Nah, agar lebih jelas, yuk simak pembahasan dari Biologipedia tentang proses hidup virus berikut.
Cara Hidup Dan Reproduksi Virus
Gambar Ilustrasi Cara Hidup Dan Reproduksi Virus (sumber : biology pop)

Penjelasan Cara Hidup Dan Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Secara Litik Maupun Lisogenik


Cara Hidup Virus


Agar lebih paham mengenai bagaimana cara hidup virus, ada baiknya melihat kembali struktur tubuh virus. Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu protein pelindung yang disebut kapsid. Ukuran virus sangatlah kecil, sekitar 20 – 300 milimikron sehingga hanya dapat dilihat memakai mikroskop elektron.

Dilihat dari strukturnya, virus tidak dapat hidup berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus hanya dapat hidup dan bereproduksi di dalam sel hidup. Oleh karena itu, virus hidup secara parasit menempel pada organisme lain seperti bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Cara Hidup Virus
Gambar Ilustrasi Cara Hidup Virus (sumber : hammiverse.com)
Sel hidup yang menjadi tempat tinggal virus biasanya disebut sel inang. Virus dikenal sebagai parasit intraseluler obligat, yaitu mikroorganisme parasit yang tidak dapat bereproduksi di luar sel inang. Virus akan memaksa sel inang untuk membantu reproduksinya. Berikut beberapa contoh virus yang hidup menumpang pada makluk hidup lain.

Virus Bakteri


Virus yang menginfeksi bakteri disebut bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Salah satu contoh bakteriofag adalah T4 virus yang menyerang bakteri Eschericia coli (E. coli).

Virus Tumbuhan


Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang sangat besar, misalnya, virus yang menyerang tanaman kentang dan tembakau.

Ciri ciri virus yang menyerang tumbuh-tumbuhan biasanya memiliki bahan genetik berupa RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga.

Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yang tidak persisten dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.

Virus Patogen pada Hewan


Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga.

Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.

Virus yang Menyerang Manusia


Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara
kontak langsung maupun tidak langsung.

Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfusi darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.

Baca Juga :

Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Secara Litik Dan Lisogenik


Mengapa virus berkembang biak? Tentu saja bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Mengingat struktur tubuhnya yang sangat sederhana, cara reproduksi virus berbeda dengan makhluk hidup lain.

Virus tidak mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri. Pada beberapa artikel sering dijumpai istilah reproduksi virus digantikan dengan kata replikasi virus atau perkembangbiakan virus atau cara berkembang biak virus.

Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensintesis protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.

Ada beberapa tahapan dalam replikasi atau reproduksi virus, yaitu tahap adsorpsi (penempelan) virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang). Berdasarkan tahapan tersebut, siklus hidup virus atau reproduksi virus dapat dibedakan lagi menjadi siklus litik dan siklus lisogenik.

Tahapan Urutan Proses Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Secara Litik


Siklus atau daur reproduksi virus secara litik adalah replikasi genom virus yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel inang karena virus akan menghancurkan sel inang. Istilah litik / lisis mengacu pada tahapan akhir dari infeksi, yaitu saat sel inang bakteri lisis atau pecah dan melepaskan virus yang dihasilkan di dalam sel inang tersebut.

Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus lisis disebut dengan virus virulen. Berikut ini salah satu contoh tahap-tahap reproduksi virus siklus litik yang terjadi pada virus bakteri.
Tahapan Siklus Reproduksi Virus Secara Litik
Gambar Tahapan Siklus Reproduksi Virus Secara Litik (sumber : hammiverse.com)
a. Tahap Adsorpsi
Pada tahap reproduksi ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.

b . Tahap Injeksi

Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.

c . Tahap Sintesis (Pembentukan)

Virus tidak dapat melakukan sintesis sendiri, tetapi virus akan melakukan sintesis dengan menggunakan sel inangnya. Setelah asam nukleat disuntikan ke dalam sel inang, segera menimbulkan perubahan-perubahan besar pada metabolisme sel yang terinfeksi (sel inang atau bakteri). Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya.

Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali dengan jalan mengopi diri dalam jumlah yang sangat banyak. Sintesis DNA virus dan protein terbentuk atas kerugian sintesis bakteri yang telah rusak. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.

d . Tahap Perakitan

Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100 - 200 buah.

e . Tahap Litik

Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara eksplosif dapat diamati dengan mikroskop lapangan gelap. Jangka waktu yang dilewati lima tahap ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat bervariasi, tergantung dari jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.

Tahapan Urutan Proses Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Lisogenik


Siklus atau daur reproduksi virus secara lisogenik adalah siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang. Siklus lisogenik sebenarnya mirip dengan siklus litik, perbedaan keduanya terletak pada sel inangnya dimana pada siklus lisogenik tidak hancur tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus.

Pada reproduksi virus siklus lisogenik, tahap yang dilalui lebih banyak daripada reproduksi virus siklus litik. Tahap adsorpsi dan tahap injeksi sama dengan siklus litik. Akan tetapi, sebelum tahap sistesis, terlebih dahulu virus melewati tahap penggabungan dan tahap pembelahan. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap perakitan dan tahap litik.
Tahapan Siklus Reproduksi Virus Secara Lisogenik Dan Litik

Gambar Tahapan Siklus Reproduksi Virus Secara Lisogenik Dan Litik (sumber : hammiverse.com)
a . Tahap Adsorpsi
Tahap adsorpsi pada reproduksi virus siklus lisogenik sama seperti tahap adsorpsi pada reproduksi virus siklus litik. Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.

b. Tahap Injeksi

Masih sama dengan tahap injeksi siklus litik, pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.

c . Tahap Penggabungan

Tahap ini adalah tahap ketika DNA virus masuk ke dalam tubuh bakteri dan terjadinya penggabungan antara DNA bakteri dan DNA virus. Proses ini terjadi ketika DNA yang berbentuk kalung tak berujung pangkal terputus dan DNA virus menyisip di antara DNA bakteri yang terputus tadi. Kemudian, terbentuklah rangkaian DNA yang utuh yang telah terinfeksi atau tersisipi DNA virus.

d . Tahap Pembelahan

DNA virus telah tersambung dengan DNA bakteri. DNA virus tidak dapat bergerak atau disebut sebagai profag. Karena bergabung dengan DNA bakteri, ketika DNA bakteri melakukan replikasi selnya secara langsung, profag juga melakukan replikasi. Demikian juga ketika sel bakteri mengalami pembelahan, secara langsung dua anak sel bakteri yang mengandung profag tersebut juga ikut mengalami pembelahan. Dengan kata lain, jumlah profag sama dengan jumlah sel bakteri inangnya.

e . Tahap Sintesis

Pada kondisi lingkungan tertentu, profag menjadi aktif. Profag dapat saja memisahkan diri dengan DNA bakteri dan merusak DNA bakteri. Kemudian menggantikan peran DNA bakteri dengan DNA virus untuk sistesis protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan replikasi DNA.

f . Tahap Perakitan

Pada tahap ini, terjadi perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh, diisi dengan DNA hasil replikasi, terjadilah virus-virus baru.

g. Tahap Litik

Saat sel bakteri lemah akibat lingkungan luar, misalnya terkena radiasi atau zat kimia, maka virus akan mengubah reproduksinya menjadi litik. Tahap ini sama dengan tahap reproduksi virus siklus litik. Pada siklus litik saat dinding bakteri akan pecah dan virus baru berhamburan keluar. Virus baru ini selanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus akan mengalami reproduksi virus siklus litik atau lisogenik.

Demikianlah penjelasan singkat tentang proses replikasi virus pada sel inang baik secara litik maupun lisogenik. Jika ada hal yang belum paham atau akan menambahkan materi, Anda bisa menuliskannya melalui kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Cara Hidup Dan Reproduksi Virus (Replikasi Virus) Secara Litik Lisogenik Beserta Proses Urutan Tahapannya"

Post a Comment