Perbedaan Virus Dan Bakteri Secara Umum Dalam Bentuk Tabel Beserta Contohnya

Perbedaan Virus Dan Bakteri - Apa seh bedanya bakteri dan virus? Berikut ini ulasan lengkap tentang perbedaan virus dan bakteri secara umum dalam bentuk tabel beserta contohnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri struktur tubuh atau pun gejala infeksi yang disebabkan oleh keduanya.

Dilihat dari ukurannya, beda virus dan bakteri sebenarnya tampak jelas. Virus mempunyai ukuran yang lebih kecil dari bakteri. Virus berukuran ultra-mikroskopis yaitu 20 - 300 nm (1 nanometer = 0,000001 mm) dan dapat melewati saringan bakteri. Agar lebih jelas, simak daftar perbedaan bakteri dengan virus yang berhasil dirangkum oleh Biologipedia dari berbagai sumber berikut.
perbedaan virus dan bakteri
Gambar ilustrasi perbedaan virus dan bakteri (sumber : biology pop)

Daftar Perbedaan Virus Dan Bakteri Secara Umum Dalam Bentuk Tabel Beserta Contohnya


Perbedaan Struktur Tubuh Virus Dan Bakteri


Menurut ilmu biologi, virus merupakan organisme nonseluler yang hanya dapat hidup di dalam organisme hidup lainnya. Struktur tubuh virus hanya tersusun oleh asam nukleat (DNA atau RNA saja) dan protein. Sedangkan bakteri termasuk organisme seluler bersel satu. Bakteri mempunyai DNA dan RNA yang dilengkapi dengan organel sel meskipun masih sederhana.

Struktur Tubuh Virus

struktur tubuh virus
Gambar struktur tubuh virus (sumber : Graham)
Struktur tubuh virus sangatlah sederhana. Tubuh virus hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu protein pelindung yang disebut kapsid. Kapsid dibangun oleh subunit-subunit yang identik satu sama lain yang disebut kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal.

Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, dapat pula dilengkapi oleh sampul atau envelope dari lipoprotein (lipid dan protein). Pembungkus ini merupakan membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein disebut partikel virus atau virion. Struktur tubuh virus dapat dibedakan atas bentuk tubuh virus, bagian-bagian tubuh virus, dan ukuran tubuh virus.

Salah satu virus yang mudah diamati adalah Bakteriofage. Bagian tubuh virus ini terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Serabut-serabut ekor terdapat di dasar selubung ekor, berfungsi sebagai penerima rangsang.
struktur tubuh virus Bacteriophage
Gambar struktur tubuh virus Bacteriophage dan bagian-bagiannya : 1.Head, 2.Tail, 3.Nucleic acid, 4.Capsid, 5.Collar, 6.Sheath, 7.Tail fiber, 8.Spikes, 9.Baseplate (sumber : Y_tambe)
Selain virus influenza, inti virus hanya terdiri dari satu rangkaian asam nukleat. Satu rangkaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai 600.000 nukleotida. Deoxyribonucleid Acid (DNA) dan Ribonucleid Acid (RNA) adalah substansi genetik yang membawa kode pewarisan sifat virus. Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar. Contoh virus RNA adalah virus influenza dan HIV.

Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat. Oleh karena ukurannya sangat kecil sekitar 20 - 300 nm, maka virus hanya bisa diamati dengan bantuan mikroskop elektron sehingga kadang disebut sebagai mikroba.
struktur virus berbentuk bulat
Gambar struktur virus berbentuk bulat (sumber : Ben Taylor)
Virus termasuk makhluk hidup peralihan karena hanya bisa hidup dan bereproduksi di dalam sel makhluk hidup lain. Apabila berada di luar sel hidup, maka virus tidak akan menunjukkan tanda-tanda kehidupan, hanya sebagai benda mati. Berikut ciri-ciri virus secara umum yang membedakannya dengan bakteri.
  • Virus berasal dari bahasa latin “Venom” berarti racun
  • Virus berukuran ultra-mikroskopis: 20 - 300 nm
  • Virus merupakan organisme nonseluler
  • Bersifat Parasit Obligat / Parasit Sejati
  • Tubuh disusun oleh asam nukleat (DNA atau RNA) dan protein
  • Memiliki bentuk beragam seperti oval, batang (memanjang), huruf T, dan bulat
  • Dapat memperbanyak diri dalam sel jaringan/ organisme hidup
  • Dapat melewati saringan bakteri
  • Dapat dikristalkan

Struktur Tubuh Bakteri


Seperti halnya virus, bakteri memiliki bentuk sel bervariasi dari mulai bulat (coccus), batang (bacillus), hingga lengkung (vibrio, coma, atau spiral). Umumnya sel bakteri yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 0,7 - 1,3 mikron. Sedangkan sel bakteri berbentuk batang lebarnya sekitas 0,2 - 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 - 3,7 mikron.

Bakteri termasuk mikroorganisme prokariotik yang konon sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu. Struktur tubuh bakteri secara umum dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat sitoplasma, membran sel, mesosom, lisosom, DNA, endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, pilus.
struktur tubuh bakteri
Gambar struktur tubuh bakteri (sumber : CNX OpenStax)
Diantara bagian-bagian tersebut ada yang selalu didapatkan pada sel bakteri, yaitu membran sel, ribosom dan DNA. Bagian-bagian ini disebut sebagai invarian. Sedangkan bagian-bagian yang tidak selalu ada pada setiap sel bakteri, misalnya dinding sel, flagel, pilus, dan kapsul, disebut varian. Berikut ini ciri-ciri bakteri yang membedakannya dengan virus atau makhluk hidup lainnya.
  • Bakteri termasuk organisme mikroskopis yang tersusun atas satu sel (uniseluler / bersel satu).
  • Bakteri berasal dari kata “bacterion” yang berarti “smallstick”, Sel Bakteri termasuk prokariotik (tidak memiliki membran inti sel).
  • Umumnya tidak memiliki klorofil.
  • Ukuran bakteri lebih besar dari virus. Ukuran bakteri yang paling besar kira-kira 100 m. Ada pula yang kurang dari 1 m dan yang terkecil kira-kira berukuran 0,1 m (1 mikron = 0,001 mm). 
  • Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Ukuran bakteri yang lebih kecil dari 0,1 m hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron.
  • Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam (bulat, batang, koma, vibrio, dan spiral).
  • Ada yang bersifat autotrof, heterotrof, saprofit, maupun parasit.
  • Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) atau berkelompok (koloni).
  • Termasuk jenis organisme yang jumlahnya melimpah.
  • Hidupnya kosmopolit. Kosmopolit atau kosmopolitan artinya memiliki kemampuan adaptasi hidup di berbagai habitat. Bakteri dapat hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas, kawah atau gambut dan hidup di sekitar kita, mulai dari daerah tropis hingga kutub, dataran rendah, pegunungan, dan juga pada tubuh manusia.
  • Bakteri ada yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia.

Baca Juga :

Perbedaan Infeksi Virus Dan Bakteri


Virus dan bakteri yang bersifat parasit dapat menyerang tubuh manusia sehingga menyebabkan infeksi atau penyakit yang mengganggu kesehatan. Proses dan gejala infeksi oleh kedua kuman tersebut (virus dan bakteri) memiliki perbedaan.

Infeksi Virus


Virus hanya dapat hidup dalam sel makhluk hidup lain. Jika virus masuk ke dalam tubuh manusia, maka kemungkinan besar akan menyerang sel-sel tubuh yang ditempelinya. Virus akan merusak, membunuh, dan terus berkembangbiak di dalam sel inangnya sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
infeksi virus
Ilustrasi infeksi virus (sumber : Adenosine dan Thomas Splettstoesser)
Ciri infeksi virus biasanya bersifat spesifik, hanya menyerang sel tertentu misalnya sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Bukan hanya sel tubuh, virus juga bisa menyerang bakteri. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus antara lain cacar air, HIV AIDS, flu, dan polio.

Gejala penyakit akibat infeksi virus kadang kala memiliki persamaan dengan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, saat sakit sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk memastikan penyebabnya virus atau bakteri. Secara umum, gejala tanda-tanda / ciri-ciri infeksi virus yang dapat diamati yaitu :
  • hidung berair
  • terkadang mimisan
  • terkadang demam
  • batuk-batuk 
  • sakit tenggorokan (namun jarang terjadi) 
  • susah tidur
  • durasi infeksinya sebentar tapi akut

Infeksi Bakteri


Berbeda dengan virus, bakteri merupakan makhluk hidup yang dapat hidup bebas meskipun berada di luar makhluk hidup. Bahkan, sebagian bakteri bisa hidup dalam lingkungan ekstrim. Bakteri penyebab infeksi, biasanya berupa bakteri parasit. Bakteri parasit ini hidupnya menempel pada sel tubuh dan merugikan makhuk hidup yang ditumpanginya.
infeksi bakteri
Ilustrasi infeksi bakteri
Beberpa penyakit yang disebabkan oleh bakteri parasit antara lain : kolera (bakteri Vibrio cholerae), TBC (bakteri Mycobacterium tuberculosis), dan radang paru-paru / pneumoniae (bakteri Diplococcus pneumoniae). Karena mengakibatkan terjadinya penyakit pada tubuh manusia, maka bakteri parasit tersebut sering disebut juga sebagai bakteri patogen. Tanda-tanda gejala infeksi bakteri biasanya berupa :
  • hidung berlendir
  • demam 
  • terkadang batuk-batuk 
  • sakit tenggorokan 
  • sakit di telinga 
  • sesak napas
  • durasi infeksi 10 - 14 hari secara terus menerus

Perbedaan Cara Pengobatan Infeksi Virus Dan Bakteri

pengobatan virus dan bakteri
Ilustrasi pengobatan virus dan bakteri
Selain dilihat dari gejalanya, perbedaan infeksi virus dan bakteri juga terletak pada cara pengobatannya. Infeksi bakteri biasanya dapat disembuhkan melalui pemberian antibiotik. Namun, pemakaian antibiotik ini juga harus sesuai dengan dosis tepat, jika berlebihan justru akan meningkatkan kekebalan bakteri sehingga malah menambah parah penyakitnya.

Untuk mengobati penyakit akibat infeksi virus, Anda tidak bisa memakai antibiotik. Virus ukurannya lebih kecil dari bakteri dan hidup di dalam sel tubuh. Jadi, penanganan infeksi virus jauh lebih sulit dari pada infeksi bakteri. Saat ini, sudah mulai ditemukan beberapa obat anti virus untuk menyembuhkan penyakit. Pencegahan serangan virus juga kerap dilakukan melalui pemberian vaksin pada anak-anak.

Perbedaan Virus Dan Bakteri Dalam Bentuk Tabel


Dari uraian di atas, Anda tentu sudah mulai paham tentang persamaan maupun perbedaan ciri-ciri / karakteristik bakteri dan virus. Keduanya sama-sama memiliki bentuk yang beraneka ragam, tapi ukuran virus lebih kecil dari pada bakteri. Agar semakin jelas, berikut ini saya sajikan tabel perbedaan virus dan bakteri.

Pembeda Virus Bakteri
Ukuran 20 - 300 nm (1 nanometer = 0,000001 mm) 0,1 - 100 m (1 mikron = 0,001 mm)
Bentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan bulat bulat, batang, koma, vibrio, dan spiral
Visibilitas / Keterlihatan Dapat dilihat dengan mikroskop elektron Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya
Struktur Sel Bukan termasuk sel Termasuk sel prokariotik
Dinding Sel Tidak punya dinding sel Punya dinding sel
Ribosom Tidak punya ribosom Punya ribosom
Materi Genetik (DNA dan RNA) Hanya punya DNA atau RNA saja Punya DNA dan RNA
Letak Materi Genetik (DNA dan RNA) Tertutup di dalam selubung protein Melayang-layang dalam sitoplasma
Tanda Kehidupan Makhluk peralihan, hanya bisa hidup saat di dalam sel organisme lain dan akan menjadi benda mati saat berada di luar sel organisme Termasuk organisme hidup
Reproduksi Hanya dapat bereproduksi dalam sel hidup Mampu bereproduksi sendiri
Habitat Hidup Hanya bisa hidup dalam sel makhluk hidup Bisa hidup sendiri dan termasuk organisme kosmopolit (tersebar di seluruh penjuru dunia)
Cara Hidup Parasit pada sel hidup Autotrof, heterotrof, saprofit, dan parasit
Manfaat Untuk pembuatan vaksin anti virus Pembuatan makanan, minuman, antibiotik, dan lainnya
Contoh Rhinovirus, virus HIV, virus influenza, virus Varicella zoster, dan sebagainya Vibrio cholerae, Mycobacterium tuberculosis, Diplococcus pneumoniae, dan lain-lain
Penyakit Influenza, HIV AIDS, Polio, Cacar Air, dan lainnya Kolera, TBC, radang paru-paru (pneumoniae), dan sebagainya
Gejala Infeksi Hidung berair, mimisan, demam, batuk-batuk, sakit tenggorokan (jarang terjadi), susah tidur Hidung berlendir, demam, terkadang batuk-batuk, sakit tenggorokan, sakit di telinga, sesak napas
Durasi Infeksi Sebentar tapi akut 10 - 14 hari secara terus-menerus
Pengobatan Menggunakan antivirus Menggunakan antibiotik

Pengetahuan Tambahan : Perbedaan Mikroba dan Kuman


Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler).

Mikroba tidak selamanya merugikan, ada juga mikroba yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Contoh mikroba yang merugikan misalnya : Bacillus antraxis menyebabkan penyakit antrak pada domba, sapi, dan kerbau, Salmonella typhosa menyebabkan penyakit tipes, dan Shigella dysentriae menyebabkan penyakit disentri.

Sedangkan mikroba menguntungkan / bermanfaat antara lain : Lactobacillus bulgaricus untuk membuat youghurt, Acetobacter xylinum untuk membuat nata de coco, dan Escherichia coli berperan dalam pembusukan makanan dalam saluran pencernaan manusia.

Kuman penyakit adalah organisme mikroskopis (mikroba) yang bisa menyebabkan penyakit dan infeksi bila mereka masuk ke dalam tubuh. Beberapa jenis kuman yang umum: Bakteri (contoh: Salmonella yang bisa meracuni makanan) dan Virus (contoh: Rhinovirus penyebab demam / pilek)

Demikianlah uraian singkat mengenai perbedaan bakteri dan virus yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Jika ingin bertanya karena masih belum paham, atau pun akan menambahkan ulasan di atas, Anda dapat menuliskannya melalui kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Perbedaan Virus Dan Bakteri Secara Umum Dalam Bentuk Tabel Beserta Contohnya"

Post a Comment