Struktur Tubuh Sel Bakteri Dan Fungsinya Beserta Penjelasan Bagian Bagiannya

Struktur Bakteri - Bakteri itu seperti apa seh? Inilah ulasan lengkap tentang struktur tubuh sel bakteri dan fungsinya beserta penjelasan bagian bagiannya. Tubuh bakteri berupa sel tunggal (uniselular) dengan ukuran sangat kecil sekitar 0,5 - 5 μm (baca : mikrometer) sehingga untuk mengamatinya harus memakai mikroskop.

Oleh karena berupa sel tunggal, maka bakteri dapat hidup secara soliter. Soliter artinya hidup sendiri-sendiri tanpa berkelompok., contoh bakteri golongan Mikrococcus. Bakteri juga ada yang hidup secara berkoloni, yaitu hidup secara bergerombol atau berkumpul membentuk suatu kelompok. Misalnya akteri golongan Staphylococcus.
Selain dari ukurannya, ciri-ciri bakteri dapat dilihat dari morfologi bentuknya. Sel bakteri memiliki bentuk bermacam-macam dari mulai  bulat (coccus), batang (bacillus) dan lengkung (vibrio, coma atau spiral). Bentuk tubuh ini biasanya dijadikan sebagai dasar klasifikasi bakteri agar mudah dipelajari.

Struktur tubuh sel bakteri pada umumnya terdiri dari 3 bagian utama yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat membran sel, sitoplasma, mesosom, lisosom, DNA, dan endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, maupun pilus. Agar lebih jelas, yuk simak penjelasan rinci struktur bakteri dari biologipedia berikut.

Penjelasan Struktur Tubuh Sel Bakteri Dan Fungsinya Beserta Bagian Bagiannya

Struktur Tubuh Sel Bakteri
Gambar Ilustrasi Struktur Tubuh Sel Bakteri (sumber : LadyofHats)

1. Dinding Sel (Cell Wall)


Struktur dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya dan pewarnaan gram, bakteri dibedakan atas bakteri gram-positif dan bakteri gram-negatif.

Menurut wikipedia, bakteri gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan gram sehingga bakteri tersebut akan berwarna biru atau ungu ketika diamati di bawah mikroskop.

Sedangkan Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah atau merah muda bila diamati dengan mikroskop.
Struktur Dinding Sel Bakteri Gram-Positif Dan Bakteri Gram-Negatif
Gambar Ilustrasi Perbedaan Struktur Dinding Sel Bakteri Gram-Positif Dan Bakteri Gram-Negatif (sumber : onlinebiologynotes.com)
Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri gram positif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram-negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif.

Semua bakteri mempunyai dinding sel kecuali Mycoplasma. Dinding sel mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup bakteri karena merupakan lapisan paling luar. Fungsi dinding sel bakteri antara lain adalah :
  • Memberi bentuk pada sel bakteri.
  • Menjaga sel bakteri dari kemungkinan pecah atau mengerut akibat perubahan tekanan osmotik lingkungan.
  • Memberi kekuatan dan melindungi sel.
  • Menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

2. Membran Sel / Membran Plasma (Plasma Membrane)


Struktur tubuh bakteri berikutnya adalah membran sel. Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya, terletak di sebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Bagian ini merupakan batas antara bagian dalam sel dengan lingkungannya. Jika membran sel pecah atau rusak, maka sel bakteri akan mati.

Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Pada lapisan fosfo-lipid ini terdapat senyawa protein dan karbohidrat dengan kadar berbeda-beda pada berbagai sel bakteri. Membran sel mempunyai fungsi dan peranan sangat vital bagi bakteri, yaitu :
  • Mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. Membran Sel mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula, asam amino, dan mineral, dalam jumlah yang sesuai, lalu membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya.
  • Sebagai tempat perlekatan flagelum.

3. Mesosom


Mesosom biasanya dimiliki oleh bakteri gram-positif. Pada sel bakteri ini terdapat struktur pelipatan membran plasma ke bagian dalam yang disebut mesosom. Diduga, Fungsi organel sel bernama mesosom ini adalah untuk membantu proses pembelahan sel, sintesis dinding sel, dan sebagai penghasil energi sel.

Dugaan fungsi mesosom tersebut didasar pada letak mesosom yang biasanya berada di dekat dinding sel pada saat pembelahan biner sel bakteri. Pada membran mesosom kabarnya terdapat enzim pernapasan untuk reaksi oksidasi dalam rangka menghasilkan energi.

4. Ribosom


Struktur tubuh bakteri ketiga yaitu ribosom. Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

5. DNA (Deoxyribonucleic Acid)


DNA merupakan materi genetik, terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungsi sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat.

DNA bakteri terdapat pada bagian sitoplasma dengan  bentuk menyerupai inti yang disebut nukleoid. Bagian ini tidak memiliki membran sebagaimana inti sel eukariotik. Oleh karena itu, bakteri dimasukkan ke dalam kelompok sel prokariotik, yaitu organisme yang tidak mempunyai membran inti sel (membran nukleus).

Baca Juga :

6. Flagel

Struktur Flagela, Pili, Kapsul, Dinding Sel, dan Membran Sel Bakteri
Gambar Ilustrasi Struktur Flagela, Pili, Kapsul, Dinding Sel, dan Membran Sel Bakteri (sumber : Ali Zifan)
Flagel atau sering disebut sebagai flagela / flagelum merupakan struktur tubuh sel bakteri bagian luar yang berfungsi sebagai alat gerak. Flagel terdiri dari 3 bagian, yaitu filamen, hook (sudut), dan basal  body (bagian dasar). Bagian dasar flagel / pangkal flagel menancap pada membran plasma.

Flagel bakteri tersusun atas senyawa protein yang disebut flagelin, sedikit karbohidrat, dan pada beberapa bakteri mengandung lipid. Flagel juga dikenal dengan sebutan rambut plasma atau bulu cambuk. Flagela memungkinkan bakteri menyebar di habitat baru, melakukan migrasi menuju sumber nutrisi, atau meninggalkan lingkungan yang tidakmemungkinkan.

Namun, tidak semua bakteri mempunyai flagela. Bakteri tanpa flagela biasanya bergerak dengan cara berguling dan mengalir terbawa arus. Jumlah dan letak flagel pada berbagai jenis bakteri bervariasi. Jumlahnya bisa satu, dua, atau lebih, dan letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak flagel dijadikan salah satu dasar klasifikasi bakteri.

7. Pilus / Pili


Jika dilihat dibawah mikroskop, ada 3 struktur utama sel bakteri di luar dinding sel, yaitu flagel, pili, dan kapsul. Pili atau Pilus merupakan filamen atau benang semacam rambut halus, lebih kecil, lebih banyak, dan lebih pendek daripada flagel. Pada permukaan sel bakteri gram-negatif, pilus atau fimbriae (jamak dari pilus) tampak seperti benang pendek.

Pili hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan tidak berhubungan dengan pergerakan. Fungsi dari pili antara lain adalah :
  • Sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinan.
  • Alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya makanan sel bakteri.
  • Membantu untuk melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya. Beberapa bakteri patogen menginfeksi sel inang dengan cara menempel pada membran sel inang menggunakan pilinya, misalnya bakteri penyebab gonorhoe.
  • Membantu reproduksi bakteri secara seksual. Beberapa bakteri memiliki piliseksual yang digunakan untuk bereproduksi secara seksual.

8. Kapsul


Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Fungsi kapsul pada sel bakteri adalah :
  • Pelindung terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang.
  • Sebagai penyimpan cadangan makanan.
  • Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkatkan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
  • Memungkinkan bakteri dapat menempel dalam jumlah banyak pada permukaan halus gigi dan menimbulkan kebusukan gigi. Jenis bakteri berlendir ini menyebabkan dental plaque (plak gigi).

9. Plasmid


Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin dan terdapat di dalam sitoplasma. Plasmid pada sel bakteri berfungsi untuk pertahanan ketika kondisi lingkungan tidak menguntungkan. Menurut wikipedia, Plasmid adalah DNA ekstrakromosomal yang dapat bereplikasi secara autonom dan bisa ditemukan pada sel hidup.

Di dalam satu sel, dapat ditemukan lebih dari satu plasmid dengan ukuran yang sangat bervariasi namun semua plasmid tidak mengkodekan fungsi yang penting untuk pertumbuhan sel tersebut. Umumnya, plasmid menyandi gen-gen yang diperlukan agar dapat bertahan pada keadaan yang kurang menguntungkan sehingga bila lingkungan kembali normal, DNA plasmid dapat dibuang.

10. Endospora

Struktur Endospora Bakteri
Gambar Ilustrasi Struktur Endospora Bakteri (sumber : biologydiscussion.com)
Selain plasmid, bakteri juga bisa membentuk endospora pada saat keadaan lingkungan tidak menguntungkan, misalnya karena panas, dingin, kering, tekanan osmosis, dan zat kimia tertentu. Endospora adalah spora / struktur berdinding tebal yang pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. Pada saat berbentuk endospora, aktivitas metabolisme bakteri akan terhenti.

Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. Bahkan, beberapa bakteri dapat bertahan pada suhu mendidih dalam waktu satu jam atau lebih, sedangkan yang lainnya dapat tetap hidup di dalam usus mumi yang berumur 2.000 tahun. Jika kondisi telah membaik, maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula.
Proses Pembentukan Endospora Bakteri
Gambar Ilustrasi Proses Pembentukan Endospora Bakteri (sumber : quora.com)
Fungsi endospora adalah sebagai alat perlindungan diri, bukan sebagai alat perkembangbiakan (reproduksi). Endospora juga memiliki peranan penting dalam penyebaran bakteri. Hal ini karena endospora membuat bakteri dapat terbawa dalam jarak yang jauh di udara atau air. Kemudian, memproduksi bakteri baru secara cepat ketika memasuki lingkungan yang menguntungkan.

Demikianlah penjelasan singkat tentang struktur sel bakteri dan fungsinya. Apabila ada hal yang belum bisa dipahami atau ingin menambahkan pengetahuan, Anda bisa menuliskannya melalui kolom komentar. Terima kasih sudah membaca artikel di blog ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Struktur Tubuh Sel Bakteri Dan Fungsinya Beserta Penjelasan Bagian Bagiannya"

Post a Comment