Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Dan Fungsi Sel Eukariotik Beserta Bagian-Bagiannya

Sel Eukariotik - Apa seh sel eukariotik itu? Berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, dan fungsi sel eukariotik beserta bagian-bagiannya. Ciri atau karakteristik utama sel eukariotik adalah memiliki membran inti sel (membran nukleus). Membran ini memisahkan materi genetik (DNA) di dalam inti sel dengan sitoplasma.

Selain itu, sel eukariotik juga punya sistem endomembran berupa organel-organel sel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Eukariotik mencakup makhluk hidup bersel satu (tunggal) dan bersel banyak.
sel eukariotik
Gambar ilustrasi sel eukariotik pada hewan (sumber : Mediran)
Contoh organisme / makhluk hidup yang memiliki jenis sel eukariotik diantaranya adalah kingdom protista (protozoa, ganggang / alga, protista mirip jamur), fungi / jamur, tumbuhan, hewan, dan manusia. Nah, agar Anda lebih memahami tentang gambaran eukariotik, simak ulasan dari Biologipedia berikut ini.

Penjelasan Tentang Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Dan Fungsi Sel Eukariotik Beserta Bagian-Bagiannya


Pengertian Dan Ciri-Ciri Sel Eukariotik


Istilah eukariotik berasal dari bahasa Yunani yaitu eu dan karyon. Eu artinya sebenarnya dan karyon artinya inti sel. Pengertian sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran nukleus (membran inti sel). Membran tersebut akan memisahkan cairan dalam inti sel (nukleoplasma) dengan cairan yang berada di luar nukleus (sitoplasma) sehingga inti sel tampak jelas / nyata. Ciri-ciri sel eukariotik antara lain :
  • Sitoplasma dan nukleoplasma terpisah.
  • Bahan gen di dalam inti sel.
  • DNA berada di dalam nukleolus
  • Mempunyai organel seperti golgi, mitokondria, retikulum endoplasma, ribosom, dan kloroplas pada tumbuhan.
  • Bahan gen (DNA) seperti pita ganda dan tersusun spiral saling melilit (double helix).

Struktur Dan Fungsi Sel Eukariotik Beserta Bagian-Bagiannya

struktur dan fungsi sel eukariotik
Gambar ilustrasi struktur dan fungsi sel eukariotik pada hewan dan tumbuhan (sumber : britannica.com)
Struktur dan fungsi sel eukariotik lebih kompleks bila dibandingkan dengan sel prokariotik. Ukuran selnya pun berbeda, cenderung lebih besar sekitar 10 - 100 mikrometer, sedangkan prokariotik 0,2 - 5 mikrometer. Berikut ini akan dibahas bagian-bagian sel eukariotik yang meliputi membran plasma, sitoplasma, dan organel-organelsel (ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, badan mikro, dan mikrotubulus) beserta fungsinya.

1. Membran Sel (Selaput Plasma)

struktur dan fungsi membran sel eukariotik
Gambar ilustrasi struktur dan fungsi membran sel eukariotik (sumber : NIST)
Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Pada organisme yang punya dinding sel seperti tumbuhan, membran sel ini terletak disebelah dalamnya. Membran sel berupa selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion. Fungsi membran sel yaitu :
  • Sebagai batas antar sel.
  • Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
  • Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
  • Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
  • Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa hampir seluruh struktur membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid.

Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan bagian ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
  • Fosfolipid, yaitu lipid yang mengandung gugusan fosfat.
  • Glikolipid, yaitu lipid yang mengandung karbohidrat.
  • Sterol, yaitu lipid alkohol terutama kolesterol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian luar. Lapisan protein integral membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian dalam.

Membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel / semipermeable) yang artinya membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu. Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.
  • Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan dari konsentrasi tinggi ke rendah. Contoh transpor pasif adalah difusi dan osmosis.
  • Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion menggunakan energi dari sel itu. Contoh transpor aktif adalah pompa ion natrium (Na+) / kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

2. Sitoplasma

Sitoplasma
Gambar ilustrasi Sitoplasma (sumber : OpenStax)
Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Sitoplasma yang berada dalam nukleus disebut nukleoplasma. Pada sel tumbuhan, sitoplasma dibedakan menjadi dua, yaitu yang berbatasan dengan selaput plasma disebut ektoplasma dan yang di bagian dalam disebut endoplasma. Ektoplasma lebih jernih dan kompak.

Ektoplasma pada sel hewan berupa selaput plasma itu sendiri. Endoplasma sel tumbuhan mengandung banyak plastida (zat warna). Komponen utama penyusun sitoplasma antara lain :
  • Cairan seperti gel (agar-agar atau jeli) yang disebut sitosol.
  • Substansi simpanan dalam sitoplasma. Substansi ini bervariasi tergantung tipe selnya. Sebagai contoh, sitoplasma sel hati mengandung simpanan molekul glikogen, sedangkan sitoplasma sel lemak mengandung tetesan lemak besar.
  • Jaringan yang strukturnya seperti filamen (benang) dan serabut yang saling berhubungan. Jaringan benang dan serabut disebut sitoskeleton yang berfungsi sebagai kerangka sel.
  • Organel-organel sel.
Matriks sitoplasma atau bahan dasar sitoplasma disebut sitosol. Sitoplasma dapat berubah dari fase sol ke gel dan sebaliknya. Matriks sitoplasma tersusun atas oksigen 62%, karbon 20%, hidrogen 10%, dan nitrogen 3% yang tersusun dalam senyawa organik dan anorganik. Unsur-unsur lain adalah: Ca 2,5%; P 1,14%; Cl 0,16%; S 0,14%; K 0,11%; Na 0,10%; Mg 0,07%; I 0,014%; Fe 0,10%; dan unsur-unsur lain dalam jumlah yang sangat kecil. Sifat-sifat fisikawi matriks sitoplasma yaitu :
  • Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks sitoplasma memantulkan cahaya.
  • Gerak Brown yaitu gerak acak (zig-zag) partikel penyusun koloid.
  • Gerak siklosis yaitu gerak matriks sitoplasma berupa arus melingkar.
  • Memiliki tegangan permukaan.
  • Elektrolit yaitu kemampuan molekul menghantarkan arus listrik.
Matriks sitoplasma dapat bertindak sebagai larutan penyangga (buffer). Sifat biologis matriks sitoplasma adalah mampu mengenali rangsang (iritabilitas) dan mengantar rangsang (konduktivitas). Adapun fungsi sitoplasma (sitosol) adalah sebagai berikut :
  • Sumber bahan kimia penting bagi sel karena di dalamnya terdapat senyawa-senyawa organik terlarut, ion-ion, gas, molekul kecil seperti garam, asam lemak, asam amino, nukleotida, molekul besar seperti protein, dan RNA yang membentuk koloid.
  • Tempat terjadinya reaksi metabolisme, seperti glikolisis, sintesis protein, dan sintesis asam lemak.
  • Membantu pergerakan organel-organel dalam aliran sitoplasma.
  • Sebagai tempat penyimpanan bahan kimia yang vital untuk metabolisme sel, misalnya protein, lemak, dan enzim.
  • Menjaga keseimbangan air di dalam sel.
  • Pelarut senyawa dan protein di dalam sel.
  • Sebagai tempat organel-organel sel.
  • Sebagai penghantar listrik.
  • Membantu interaksi sel dengan lingkungan di luarnya.

3. Sitoskeleton

Sitoskeleton
Gambar ilustrasi Sitoskeleton (sumber : open.edu)
Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda yaitu, mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediar. Fungsi utama sitoskeleton tentu saja untuk menyokong dan mempertahankan bentuk sel.
  • Mikrofilamen
Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot. Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron. Fungsi mikrofilamen adalah sebagai rangka sel (sitoskeleton) dan berperan penting dalam proses endositosis, eksositosis, dan kontraksi otot.
  • Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar.

Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus.

Fungsi mikrotubulus antara lain sebagai kerangka sel (sito skeleton) yang mampu memelihara bentuk sel agar tetap, membantu transportasi zat, sebagai komponen utama penyusun silia, flagel, sentriol serta benang-benang spindel selama berlangsungnya pembelahan sel, mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, dan membantu dalam pembelahan mitosis.
  • Filamen Intermediar
Filamen intermediar adalah rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus.

Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin. Selain sebagai komponen rangka sel, filamen intermediar juga berfungsi untuk menahan tarikan (seperti mikrotubula).

4. Nukleus (Inti Sel)

Nukleus
Gambar ilustrasi Nukleus (sumber : OpenStax)
Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan / berfungsi sebagai pengendali kegiatan sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 mikrometer. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval.

Pada umumnya sel organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu inti. Berdasar jumlah nukleus, sel dapat dibedakan sebagai berikut.
  • Sel mononukleat (berinti tunggal), misalnya sel hewan dan tumbuhan.
  • Binukleat (inti ganda), contohnya Paramaecium.
  • Multinukleat (inti banyak), misalnya Vaucheria (sejenis alga) dan beberapa jenis jamur.
Di dalam nukleus terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA.
  • Membran Nukleus (Selaput Inti)
Selaput inti merupakan bagian terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Selaput inti terdiri atas dua lapis membran (bilaminair), setiap lapis merupakan lapisan bilayer. Ruang antara membran disebut perinuklear atau sisterna. Pada membran ini terdapat porus yang berfungsi untuk pertukaran molekul dengan sitoplasma.
  • Nukleoplasma
Nukleoplasma adalah cairan inti (karyotin) yang bersifat transparan dan semisolid (kental). Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks. Pada saat pembelahan sel, benang kromatin menebal dan memendek serta mudah menyerap zat warna disebut kromosom.

Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri (mengopi diri) menjadi RNA yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma.
  • Nukleolus
Nukleolus atau anak inti tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Nukleolus terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukan merupakan organel yang tetap.

Fungsi nukleus (inti sel) antara lain adalah :
  • Pengatur pembelahan sel.
  • Pengendali seluruh kegiatan sel, misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam sitoplasma.
  • Pembawa informasi genetik.

5. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma
Gambar ilustrasi Retikulum Endoplasma (sumber : LadyofHats)
Retikulum endoplasma merupakan organel yang tersusun oleh membran yang terbentuk seperti jala. Retikulum sendiri berasal dari kata reticular yang berarti anyaman benang atau jala. Letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma), sehingga disebut sebagai retikulum endoplasma (RE).

Membran RE merupakan kelanjutan dari membran nukleus hingga ke membran plasma. Jadi, RE merupakan saluran penghubung antara nukleus dengan bagian luar sel. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma yaitu :
  • Retikulum Endoplasma Kasar. Permukaan retikulum endoplasmanya diselubungi oleh ribosom yang tampak berbintil-bintil sehingga disebut RE kasar. Ribosom adalah tempat sintesis protein. Protein ini akan ditampung oleh RE kasar yaitu dalam rongga RE.
  • Retikulum Endoplasma Halus. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya halus.
Retikulum endoplasma mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :
  • Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
  • Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks Golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
  • Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus).
  • Menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.

Baca Juga :

Struktur Tubuh Virus Dan Fungsinya
Struktur Tubuh Sel Bakteri Dan Fungsinya

6. Ribosom

Ribosom
Gambar ilustrasi Ribosom (sumber : CNX OpenStax)
Ribosom merupakan struktur paling kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan terdapat di sel eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

Ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit kecil dan subunit besar. Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui porus nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein.

7. Kompleks Golgi

struktur dan fungsi kompleks Golgi
Gambar ilustrasi struktur dan fungsi kompleks Golgi (sumber : britannica.com)
Kompleks Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom. Badan Golgi (ditemukan tahun 1898 oleh Camillio Golgi) tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Antara badan Golgi satu dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala. Badan Golgi sangat penting pada sel sekresi.

Kompleks Golgi dan RE mempunyai hubungan erat dalam sekresi protein sel. Di depan telah dikatakan bahwa RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori.

Selain itu, kompleks Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
  • Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pektin (penyusun dinding sel tumbuhan).
  • Membentuk membran plasma.
  • Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel, seperti protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.
  • Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.

8. Lisosom

struktur dan fungsi Lisosom
Gambar ilustrasi struktur dan fungsi Lisosom (sumber : daviddarling.info)
Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh, merupakan membran kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Lisosom adalah organel berbentuk agak bulat dan dibatasi membran tunggal. Umumnya berdiameter 1,5 mikrometer, walaupun kadang-kadang ditemukan lisosom berdiameter 0,05 mikrometer.

Lisosom terdapat hampir pada semua sel eukariotik, terutama sel-sel yang bersifat fagositik seperti leukosit. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik seperti protease, lipase, nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna yang lain.

Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke RE. Dari RE, enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan oleh sitoplasma menjadi lisosom.

Selain itu, ada pula enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke Golgi. Enzim itu dibungkus membran kemudian dilepaskan dalam sitoplasma oleh Golgi. Jadi, proses pembentukan lisosom dapat dilakukan secara langsung oleh RE atau oleh Golgi.

Proses pencernaan oleh lisosom berlangsung misalnya saat sel menelan bakteri secara fagositosis. Bakteri itu dimasukkan ke dalam vakuola. Vakuola yang berisi bakteri segera dihampiri lisosom. Membran lisosom dan membran vakuola bersinggungan dan bersatu.

Enzim lisosom masuk ke dalam vakuola dan mencerna bakteri. Substansi hasil pencernaan lisosom disimpan dalam vesikel kemudian ditranspor ke membran plasma dan dikeluarkan dari sel. Secara rinci lisosom mempunyai fungsi sebagai berikut.
  • Melakukan pencernaan intrasel.
  • Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki, misalnya organel lain yang sudah tidak berfungsi.
  • Eksositosis yaitu pembebasan enzim keluar sel, misalnya pada pergantian tulang rawan pada perkembangan tulang keras.
  • Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel, misalnya terjadi pada saat berudu menginjak dewasa dengan menyerap kembali ekornya.
  • Menghancurkan senyawa karsinogenik.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa lisosom mempunyai peranan penting dalam sel. Bagaimana jika lisosom mengalami kegagalan fungsi? Kegagalan dalam proses pencernaan oleh lisosom dapat menyebabkan penyakit silikosis dan rematik.

9. Badan Mikro

struktur Badan Mikro
Gambar ilustrasi struktur Badan Mikro (sumber : Agateller)
Badan mikro hampir menyerupai lisosom, berbentuk agak bulat, diselubungi membran tunggal, dan di dalamnya berisi enzim katalase dan oksidase. Organela ini disebut badan mikro karena ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,3–1,5 mikrometer.

Terdapat dua tipe badan mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tanaman tingkat tinggi. Peroksisom berperan / berfungsi dalam oksidasi substrat menghasilkan H2O2 (bersifat racun bagi sel) yang selanjutnya dipecah menjadi H2O + O2.

Peroksisom penting dalam penyerapan cahaya dan respirasi sehingga berhubungan erat dengan kloroplas dan mitokondria. Peran / fungsi lain peroksisom selain melindungi sel dari H2O2, juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat dan perubahan purin dalam sel.

Glioksisom terdapat pada sel tanaman. Glioksisom berperan / berfungsi dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.

10. Mitokondria

struktur mitokondria
Gambar ilustrasi struktur mitokondria (sumber : LadyofHats)
Mitokondria berbentuk bulat panjang atau seperti tongkat terdapat pada sel eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel, dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar penyerapan oksigen lebih efektif.

Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan protein. Mitokondria memiliki DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik.

Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidasif, dan sistem transfer elektron. Oksidasi zat makanan di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa. Reaksi sederhananya berupa C6H12O6 (glukosa) + O2 (oksigen) menjadi CO2 + H2O + energi. Berkaitan dengan fungsi tersebut, mitokondria sering disebut the power house of cell.

11. Kloroplas

struktur kloroplas
Gambar ilustrasi struktur kloroplas (sumber : Kelvinsong)
Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan dan Algae tertentu. Pada tumbuhan biasanya berbentuk cakram dengan diameter 5–8 mikrometer dan tebal 2–4 mikrometer. Kloroplas dibatasi membran ganda. Di dalam kloroplas terdapat klorofil (pigmen fotosintetik) dan pigmen lain yang terletak pada membran atau pada bahan dasar di dalam kloroplas. Bahan dasar kloroplas berupa cairan disebut stroma.

Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Peran pigmen untuk menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi kimia.

12. Sentriol

struktur sentriol
Gambar ilustrasi struktur sentriol (sumber : microbenotes.com)
Sel hewan dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di dekat permukaan luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul. Sentriol berperan / berfungsi dalam proses pembelahan sel.

13. Dinding Sel

struktur dinding sel pada tumbuhan
Gambar ilustrasi struktur dinding sel pada tumbuhan (sumber : micro.magnet.fsu.edu)
Tidak semua organisme eukariotik punya dinding sel. Struktur dinding sel hanya terdapat pada tumbuhan, fungi, dan beberapa protista. Fungsi dinding sel adalah memberi bentuk sel, melindungi bagian dalam sel dari pengaruh lingkungan, dan menjaga sel agar tidak pecah akibat masuknya air secara berlebihan.

Dinding sel merupakan bagian terluar sel eukariotik. Pada tumbuhan, dinding sel ini bersifat kaku dan tersusun atas polisakarida. Polisakarida ini terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Dinding sel bersama-sama dengan vakuola berperan dalam turgiditas sel atau kekakuan sel.

Pada awal pembentukannya, dinding sel berupa selaput tipis tersusun atas selulosa (polisakarida kompleks). Di antara dua dinding sel yang berdekatan terdapat lamela tengah. Dua sel yang berdekatan dihubungkan oleh saluran yang di dalamnya terdapat benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata.

Dinding sel dapat dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer dibentuk pada waktu sel membelah, misalnya pada sel-sel muda yang sedang tumbuh. Dinding sel primer tersusun atas selulosa antara 9–25%, hemiselulosa, pektin, serta beberapa senyawa lainnya.

Selulosa terdiri dari mikrofibril yaitu seratserat panjang yang memiliki daya regang kuat. Sementara itu, dinding sel sekunder terbentuk karena penebalan. Dinding sel sekunder ini dimiliki oleh sel-sel dewasa yang terdapat di sebelah dalam dinding sel primer.

Dinding sel sekunder mempunyai kandungan selulosa antara 41–45%, hemiselulosa, dan lignin. Beberapa sel dindingnya mengalami penebalan oleh zat lignin yang disebut lignifikasi. Lignifikasi mengakibatkan xilem dan sklerenkim mengayu (keras dan kaku).

Penebalan dinding sel dapat terjadi secara penyisipan (aposisi ) pada penebalan-penebalan lama atau penambahan (intususepsi) pada penebalan lama. Di antara dinding sel ada yang tidak mengalami penebalan disebut noktah.

Demikianlah penjelasan singkat tentang struktur dan fungsi sel eukariotik beserta gambar bagian-bagiannya. Apabila Anda ingin bertanya atau pun menambahkan informasi, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar. Terima kasih atas kunjungannya ke blog ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Dan Fungsi Sel Eukariotik Beserta Bagian-Bagiannya"

Post a Comment