Sel Hewan : Struktur, Organel, Fungsi, Dan Gambar Bagian-Bagiannya

Sel Hewan - Ingin tahu seperti apa struktur dan fungsi sel hewan? Inilah ulasan lengkap tentang bagian-bagian organel sel hewan dan fungsinya beserta gambar penjelas. Hewan tersusun atas sel yang merupakan unit fungsional dan herediter terkecil dari makhluk hidup. Pada hewan multiseluler, tubuhnya terdiri atas berbagai macam sel yang saling bekerjasama satu sama lain sehingga hewan dapat hidup.

Sel memiliki ukuran sangat kecil, tapi peranannya sangat penting dalam kelangsungan makhluk hidup. Di dalam sel tersebut, terdapat bagian-bagian lebih kecil yang juga saling bekerja sama dalam menjalankan fungsinya. Jika dilihat dari struktur nukleusnya, sel hewan termasuk jenis sel eukariotik karena inti sel (nukleus) sel hewan mempunyai membran.

Selain inti sel, masih ada bagian-bagian sel lainnya yang tak kalah penting peranannya. Kira-kira ada apa saja ya?Berikut penjelasan lengkapnya dari Biologipedia.
struktur dan fungsi sel hewan
Gambar ilustrasi struktur dan fungsi sel hewan (sumber : OpenStax)

Penjelasan Struktur, Organel, Fungsi, Dan Gambar Bagian-Bagian Sel Hewan


1. Membran Sel


Pada sel hewan, membran plasma merupakan lapisan paling luar yang membatasi sitoplasma dengan lingkungan sekitarnya, sedangkan pada sel tumbuhan terletak di antara dinding sel dan isi sel sitoplasma. Dengan teknik penyelidikan yang modern, dapat diketahui bahwa membran plasma (lipoprotein) terdiri atas dua lapis lipida dan protein yang letaknya tersebar tak beraturan.

Lipida pada membran plasma terutama berupa fosfolipida (lipida yang bersenyawa dengan fosfat), glikolipida (lipida yang bersenyawa dengan karbohidrat) dan sterol misalnya kolesterol. Setiap molekul lipida terdiri atas bagian kepala berupa fosfat yang bersifat hidrofilik (mampu mengikat molekul air), dan bagian ekor berupa lemak yang bersifat hidrofobik (menolak molekul air).

Molekul protein, baik yang terletak pada permukaan luar maupun permukaan dalam disebut protein perifer dan bersifat hidrofilik, molekul protein yang menembus dari permukaan luar sampai ke permukaan dalam disebut protein integral. Bagian protein integral yang terbenam di dalam lapisan lipida bersifat hidrofobik.
Membran Sel
Membran Sel (sumber : LadyofHats)
Ahli biologi sel menggambarkan bahwa protein pada membran merupakan benda padat yang berada pada cairan lemak, seperti botol kosong yang mengapung di atas danau, keduanya selalu bergerak dinamis, yang kemudian dinamakan Fluid Mosaic Model.

Adanya senyawa karbohidrat yang terikat pada molekul protein akan menambah sifat hidrofilik pada kedua sisi permukaan membran, hal ini menyebabkan membran plasma bersifat selektif. Ada molekul-molekul yang dapat melewati membran dari luar ke dalam sel, atau hanya dapat melewati membran dari dalam ke luar ataupun sebaliknya. Membran sel, selain berfungsi sebagai batas antarsel, juga memiliki beberapa fungsi lain, sebagai berikut.
  • Sebagai pelindung, yaitu melindungi agar isi sel tidak keluar.
  • Mengatur lalu lintas berbagai macam zat karena membran sel bersifat selektif permiabel, dengan cara ini membran sel mempertahankan bentuk, ukuran, dan reaksi-reaksi kimia.
  • Sebagai reseptor (penerima rangsang) dari luar, seperti hormon, bahan kimia, rangsangan mekanik, dan rangsangan listrik.

2. Protoplasma atau Sitoplasma

Sitoplasma
Gambar ilustrasi organel sel melayang-layang dalam Sitoplasma (sumber : LadyofHats)
Protoplasma atau Sitoplasma adalah cairan sel yang mengisi ruangan antara membran sel dengan inti sel. Sitoplasma tersusun atas bahan dasar cair yang disebut sitosol yang berisi air dan senyawa organik terlarut seperti : garam, asam lemak, asam amino, gula nukleotida, protein, dsb. Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia yang penting dan merupakan tempat berlangsungnya metabolisme tertentu seperti glikolisis, sintesis protein, sintesis asam lemak, dsb.

3. Nukleus


Nukleus atau inti sel merupakan organel yang terbesar di dalam sel, terdapat di semua sel eukariotik (sel yang materi intinya terbungkus membran). Pada umumnya sel mengandung satu nukleus, tetapi pada beberapa organisme ada yang lebih dari satu. Bentuk inti sel biasanya bulat, lonjong atau tidak beraturan, dengan garis tengah ± 10 nm dan panjang ± 20 nm, terletak di sekitar bagian tengah sel.

Nukleus dibungkus oleh dua lapis membran lipoprotein yang masing-masing dipisahkan oleh celah sebesar 20 - 30 nm. Membran luar yang berbatasan dengan sitoplasma berhubungan langsung dengan retikulum endoplasma dan akhirnya ke membran plasma. Pada membran inti terdapat pori-pori yang memungkinkan pertukaran zat antara nukleus dan sitoplasma, misalnya RNA dan protein.
Nukleus
Gambar ilustrasi Nukleus (sumber : LadyofHats)
Matriks di dalam nukleus disebut nukleoplasma, di dalamnya terkandung berbagai macam enzim, protein, kromosom, dan nukleolus (anak inti). Komponen utama penyusun kromosom ialah protein dasar yang disebut histon dan DNA (asam dioksi ribonukleat). DNA merupakan substansi genetika yang mampu melakukan replikasi (mengganda) pada saat sel berkembang biak (membelah diri).

Pada saat sel tidak sedang membelah, kromosom tampak seperti benang-benang halus yang panjang dan disebut kromatin. Jumlah kromosom pada sel berbagai spesies bervariasi, tetapi jumlah tersebut cenderung tetap pada setiap spesies. Nukleolus (anak inti) berbentuk bulat, terdapat di dalam nukleoplasma dan hanya tampak setelah berakhirnya proses pembelahan sel. Nukleolus mempunyai peran dalam sintesis RNA, ribosom yang akan dikeluarkan dari inti ke sitoplasma.

4. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (sumber : LadyofHats)
Retikulum Endoplasma adalah organel yang bertindak sebagai saluran-saluran dalam sitoplasma yang menghubungkan membran sel dengan nukleus. Fungsi dari retikulum endoplasma adalah untuk transportasi protein.

Retikulum endoplasma (RE) tersusun atas tumpukan kantung (rongga) dari membran yang sejajar dan membentuk suatu sistem yang tersebar seperti jala di seluruh bagian sitoplasma. Struktur membrannya sama dengan membran plasma yang membentuk tubula (saluran), sisternae (rongga pipih), dan vesikula (gelembung).

Ruang-ruang yang terbentuk di antara membran yang sejajar menyebabkan sistem RE tampak seperti saluran-saluran rumit dan pada beberapa bagian berhubungan dengan membran plasma atau membran nukleus. Retikulum
endoplasma dibedakan atas :

  • Retikulum Endoplasma kasar (RE kasar), adalah retikulum endoplasma yang pada permukaan membrannya menempel sejumlah ribosom, yaitu suatu organel yang berperan pada sintesis protein. Protein hasil sintesis ribosom masuk ke sisterna dan ditranspor (melalui RE kasar) ke organel lain, misalnya badan golgi.
  • Retikulum Endoplasma halus (RE halus), pada permukaan membrannya tidak ditempeli ribosom dan berperan pada sintesis lemak dan steroid. Hasil sintesis tersebut selanjutnya disekresikan ke dalam retikulum endoplasma untuk diangkut ke bagian-bagian sel lainnya, misalnya ke badan Golgi, vakuola atau dikeluarkan dari sel secara eksositosis. Retikulum Endoplasma hanya ditemukan pada sel eukariotik baik sel hewan maupun sel tumbuhan.

Baca Juga : Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

5. Ribosom

struktur ribosom
Gambar ilustrasi struktur ribosom (sumber : CNX OpenStax)
Ribosom merupakan organel sel berbentuk bulat yang terdapat bebas di dalam sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma. Ribosom tersusun atas nukleoprotein, yaitu senyawa protein dengan RNA. Fungsi ribosom adalah untuk sintesis protein.

Pada sel prokariotik, ribosom berukuran ± 20 nm, tetapi pada sel eukariotik ukurannya lebih kecil. Sebagian ribosom melekat pada membran retikulum endoplasma membentuk kelompok-kelompok yang disebut polisom, selebihnya tersebar di dalam sitosol, bahkan dijumpai pada organel lain seperti mitokondria dan kloroplas pada sel tumbuhan.

6. Mitokondria


Mitokondria adalah organel sel hewan yang memiliki struktur amat kompleks. Fungsi mitokondria adalah untuk membentuk energi atau disebut “the power house”. Mitokondria merupakan tempat berlangsungnya respirasi aerobik pada tingkat selluler. Mitokondria memiliki enzim-enzim yang berperan untuk mengatur daur krebs yaitu sitokrom.

Mitokondria berbentuk bulat, oval atau batang dengan diameter 0,5-0,1 μm dan panjang 1-4 μm. Terdapat pada semua sel eukariotik aerob dan jumlahnya bervariasi. Pada sel yang aktivitasnya tinggi, seperti sel saraf, sel otak, sel hati, dan sel spermatozoid terdapat ratusan bahkan ribuan mitokondria.
mitokondria sel hewan
Gambar ilustrasi struktur mitokondria pada sel hewan (sumber : LadyofHats)
Mitokondria memiliki dua lapis membran yang terpisah, struktur membran luar mirip dengan membran plasma. Membran dalam memiliki lipatan-lipatan ke arah dalam yang disebut krista. Dengan adanya krista, permukaan membran dalam menjadi lebih luas sehingga proses respirasi sel semakin efektif.

Proses respirasi terjadi di dalam krista dan matriks. Di dalam matriks terdapat DNA, RNA, ribosom, serta bermacam-macam enzim yang mengendalikan tahap-tahap reaksi respirasi sel. Reaksi respirasi yang berlangsung di dalam mitokondria adalah dekarboksilasi oksidatif daur Krebs berikut transfer elektron.

7. Apparatus Golgi / Badan Golgi / Diktiosom

Badan Golgi
Gambar ilustrasi Badan Golgi (sumber : Kelvinsong)
Apparatus Golgi / Badan Golgi / Diktiosom adalah organel sel seperti kantong pipih yang berbentuk jala dan terpusat pada salah satu sisi nukleus. Organel ini berfungsi untuk pengemasan dan sekresi protein. Badan Golgi ditemukan oleh Camillio Golgi pada tahun 1898.

Badan golgi tersebar pada seluruh sitoplasma, berukuran panjang 1 – 3 μ dan lebar 0,5 μ, pada sel-sel kelenjar dan sel saraf ukurannya relatif besar dibandingkan dengan yang terdapat pada sel-sel otak. Badan Golgi tersusun atas tumpukan kantung-kantung pipih (sisterna) dan di bagian tepinya terdapat gelembung (vesikula). Gelembung (vesikula) dari badan golgi dapat lepas dan bergerak ke permukaan sel untuk menyekresikan isinya ke luar sel.

8. Badan Mikro

Badan Mikro Peroksisom
Gambar ilustrasi Badan Mikro Peroksisom (sumber : CNX OpenStax)
Badan mikro merupakan organel berbentuk bulat, tersusun atas selapis membran, tidak memiliki struktur dalam dengan diameter 0,5-1,5 nm. Badan mikro merupakan organel yang dihasilkan dari retikulum endoplasma. Badan mikro dibedakan menjadi dua, yaitu peroksisom dan glioksisom.

Peroksisom adalah organel sel yang senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung katalase dan oksidase. Enzim ini akan mengkatalisis H2O2 yang berbahaya bagi tubuh. Pada hewan, peroksisom banyak dijumpai pada sel-sel hati dan ginjal. Sedangkan pada tumbuhan, peroksisom terdapat pada jaringan fotosintesis tumbuhan (kloroplas).

Peroksisom menghasilkan beberapa enzim metabolisme a – l. Hidrogen peroksida (H2O2) dihasilkan dari beberapa reaksi biokimia di dalam sel hewan yang bersifat racun. Selanjutnya, akan diuraikan oleh enzim katalase yang juga terdapat di dalam peroksisom menjadi senyawa yang tidak beracun.

Menurut informasi yang saya terima hingga tulisan ini ditulis, Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan. Fungsinya menghasilkan enzim untuk menguraikan molekul lemak menjadi karbohidrat selama perkecambahan, dalam reaksi ini pun dihasilkan H2O2 yang kelak akan diuraikan oleh enzim katalase.

Baca Juga : Perbedaan Sel Prokariotik Dan Eukariotik

9. Mikrotubula atau Mikrotubulus


Mikrotubulus
Mikrotubulus (sumber : Thomas Splettstoesser)
Mikrotubula atau mikrotubulus adalah organel sel hewan berbentuk benang-benang silindris yang tersusun atas protein. Panjangnya mencapai beberapa mikrometer dengan diameter luar ± 25 μm dan diameter dalam 12 μm. Mikrotubulus bersifat kaku sehingga berfungsi sebagai ‘rangka sel’ untuk mempertahankan bentuk sel. Pada saat pembelahan sel, mikrotubulus berperan dalam pembelahan dengan menjadi benang-benang gelendong.

Mikrotubulus tersusun atas molekul-molekul protein tubulin yang terangkai dalam susunan heliks (terpilin) membentuk dinding silinder berongga. Selain sebagai kerangka sel (sito skeleton) yang mampu memelihara bentuk sel agar tetap, mikrotubulus juga berfungsi untuk membantu transportasi zat, sebagai komponen utama penyusun silia, flagel, sentriol serta benang-benang spindel selama berlangsungnya pembelahan sel.

10. Mikrofilamen

Mikrofilamen
Mikrofilamen (sumber : Lydiawc1020)
Mikrofilamen adalah organel sel sejenis mikrotubulus yang tersusun atas protein aktin dan myosin. Mikrofilamen berupa benang-benang halus dengan diameter berkisar antara 5-7 μm. Fungsi mikrofilamen adalah sebagai rangka sel (sito skeleton), berperan dalam proses endositosis dan eksositosis, membantu pergerakan sel, mengatur pergerakan / aliran sitoplasma pada makhluk hidup tingkat tinggi, dan berperan penting dalam kontraksi otot.

11. Vakuola

vakuola pada hewan bersel satu
Gambar ilustrasi vakuola pada hewan bersel satu (sumber : Deuterostome)
Vakuola pada sel hewan lebih kecil dari pada vakuola sel tumbuhan dan tidak dilengkapi tonoplas. Saking kecilnya, bahkan vakuola hewan tidak terlihat. Pada beberapa protozoa terdapat vakuola makanan yang mengandung enzim-enzim pencerna intraseluler, juga terdapat vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator, yaitu mengatur konsentrasi cairan sel.

12. Lisosom

lisosom
Gambar ilustrasi orgenela sel hewan seperti lisosom dan lainnya (sumber : Koswac)
Lisosom adalah organel yang berperan dalam kegiatan fagositik karena di dalam lisosom banyak terkandung enzim pencerna hidrolitik seperti protease, nuklease, lipase, dan fosfatase untuk pencernaan intraseluler. Lisosom merupakan organel yang sangat kecil dibandingkan dengan organel-organel lain. Umumnya berukuran 0,2 – 0,5 μm.

Lisosom dihasilkan oleh badan golgi (berasal dari vesikula badan golgi yang lepas) dan tersebar di sitoplasma dalam jumlah besar. Lisosom terdapat hampir pada semua sel eukariotik. Secara umum, lisosom berperan untuk penguraian molekul-molekul seperti seperti polisakarida, lemak, dan protein, termasuk juga bakteri yang ditangkap secara fagositosis. Fungsi Lisosom secara lengkap antara lain :
  • Mencerna substansi yang diambil secara endositosis, misalnya pada sel darah putih yang memakan bakteri.
  • Autofagosit, suatu proses peleburan struktur-struktur yang tidak dikehendaki di dalam sel, misalnya menghancurkan organel lain yang sudah tidak berfungsi lagi.
  • Eksositosis.
  • Autolisis, yaitu penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi lisosom dalam sel, misalnya penghancuran ekor pada kecebong pada waktu menginjak dewasa dengan cara menyerap kembali ekornya.

13. Sentrosom

Sentrosom
Gambar ilustrasi Sentrosom (sumber : Kelvinsong)
Sentrosom hanya dimiliki oleh sel hewan dan berperan pada proses pembelahan sel, yaitu mengatur gerakan kromosom. Organel ini terdiri atas dua sentriol dan diliputi oleh sitoplasma yang disebut sentrosfer. Sentriol berbentuk silinder dengan diameter ± 0,2 μm yang tersusun atas mikrotubula.

Sentriol terletak dekat inti sel. Pada waktu sel sedang membelah sentriol berduplikasi sehingga terbentuk 2 pasang. Selanjutnya tiap pasangan saling memisahkan diri menuju ke kutub berlawanan dan membentuk benang-benang spindel.

Demikianlah penjelasan singkat tentang struktur dan fungsi sel hewan beserta gambar bagian-bagiannya. Apabila ada hal yang kurang jelas atau pun ingin menambahkan informasi, bisa Anda tuliskan melalui kolom komentar. Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

0 Response to "Sel Hewan : Struktur, Organel, Fungsi, Dan Gambar Bagian-Bagiannya"

Post a Comment