Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Usus Besar - Artikel ini mengulas tentang struktur anatomi dan fungsi usus besar pada sistem pencernaan makanan manusia secara lengkap beserta gambar penjelas. Sesuai namanya, usus besar atau kolon (colon) mempunyai ukuran paling besar dibandingkan usus lainnya, panjangnya sekitar 1,5 - 2 meter dengan diameter mencapai lebih kurang 6 cm.

Struktur anatomi usus besar sebenarnya tak berbeda jauh dengan organ usus lainnya, yaitu terdiri dari lapisan serosa, lapisan otot, lapisan submukosa, dan lapisan mukosa. Usus besar merupakan saluran pencernaan makanan lanjutan dari usus halus. Oleh karena itu, fungsi utama usus besar dalam proses pencernaan makanan adalah menyerap zat-zat yang belum terserap semua oleh usus halus, misalnya menyerap air.
usus besar manusia
Gambar ilustrasi usus besar manusia (sumber : cdc.gov)

Penjelasan Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


Struktur Anatomi Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


Secara umum, bagian-bagian usus besar terdiri dari Caecum (Sekum), Colon Ascending (menaik), Colon Transvers (melintang), Colon Descending (menurun), Colon Sigmoid, dan Rektum. Agar lebih jelas, silahkan simak penjelasan setiap bagian-bagian usus besar tersebut dan gambar berikut.
bagian-bagian usus besar manusia
Gambar ilustrasi bagian-bagian usus besar manusia (sumber : BruceBlaus)

1. Caecum (Sekum)


Bagian awal usus besar disebut caecum atau sekum yang merupakan penghubung antara usus halus (ileum) dengan colon (kolon). Caecum berbentuk seperti kantong dengan ukuran panjang sekitar 7 cm. Fungsi dari caecum yaitu menyerap nutrisi yang belum diserap oleh usus halus seperti air dan garam. Selain itu, caecum juga punya katup untuk mengatur jumlah makanan yang masuk ke dalam colon.

Pada Caecum terdapat organ tambahan berbentuk seperti cacing yang dikenal dengan nama usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Fungsi dari apendiks antara lain :

  • Mempertahankan bakteri penting dalam usus.
  • Menghasilkan zat anti kuman yang membantu tubuh melawan kuman penyakit.
  • Tempat penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan

2. Colon Ascending / Kolon Asenden (menaik)


Colon Ascending / Kolon Asenden adalah bagian paling besar dari usus besar yang vertikal menanjak atau menaik. Kolon Asenden terletak di dasar rongga perut kanan bawah dengan ujung berada di samping hati. Fungsi dari Kolon Asenden yaitu menyerap air dan nutrisi yang terlewat belum terserap oleh usus halus.

3. Colon Transvers / Kolon Transversum (melintang)


Bagian usus besar selanjutnya adalah Colon Transvers / Kolon Transversum. Kolon ini terletak melintang horizontal dari bagian kanan ke kiri pada rongga perut bagian atas. Kolon Transversum melekat langsung pada perut dengan direkatkan oleh jaringan omentum. Sementara itu, fungsi dari Kolon Transversum sepertinya masih sama dengan kolon lain yaitu menyerap air.
struktur anatomi usus besar manusia
Gambar ilustrasi struktur anatomi usus besar manusia (sumber : britannica.com)




4. Colon Descending / Kolon Desenden (menurun)


Setelah makanan yang dicerna dari usus halus melewati sekum, kolon asenden, dan kolon transversum, maka selanjutnya akan masuk ke dalam colon descending / kolon desenden. Sesuai namanya, kolon desenden merupakan bagian usus besar yang posisinya menurun dan terletak pada bagian kiri rongga perut. Fungsinya yaitu menampung feses sementara sebelum masuk ke rektum.

5. Colon Sigmoid / Kolon Sigmoid


Saluran lanjutan dari kolon desenden adalah Colon Sigmoid / Kolon Sigmoid. Kolon ini berukuran pendek dan berbentuk seperti huruf S. Fungsinya yaitu membantu mengeluarkan feses dari kolon desenden menuju ke anus. Saat terjadi kontraksi kuat pada kolon sigmoid, maka feses akan terdorong ke rektum lalu dikeluarkan lewat anus.

6. Rectum / Rektum


Rectum / Rektum merupakan bagian akhir usus besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan akhir feses (tinja) sebelum dikeluarkan melalui anus. Struktur anatomi rektum tersusun atas lapisan mukosa, pembuluh darah, dan saraf yang terhubung langsung ke otak. Adanya saraf tersebut membuat seseorang dapat mengendalikan kontraksi ketika buang air besar.

Fungsi Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


fungsi usus besar manusia
Gambar ilustrasi fungsi usus besar manusia (sumber : Women's Health)
Berdasarkan uraian bagian-bagain usus besar di atas, dapat dilihat bahwa fungsi usus besar sangatlah penting dalam sistem pencernaan makanan manusia. Dapat dikatakan bahwa fungsi utama usus besar yaitu menyerap air dan membuang sisa makanan yang sudah dicerna ke luar tubuh. Berikut daftar fungsi usus besar secara lengkap :

1. Menyerap Air


Fungsi usus besar yang pertama adalah menyerap air dari sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Sisa makanan tersebut akan diserap airnya sehingga nantinya akan terbentuk feses (tinja) berbentuk padat. Jika terjadi gangguan pada proses penyerapan cairan dalam usus besar, biasanya feses akan berbentuk cair.

2. Tempat Terjadinya Pembusukkan Sisa-Sisa Makanan / Tempat Pembentukan Feses (Tinja)


Di dalam usus besar manusia, terdapat bakteri Escherichia coli (E.coli) yang berperan dalam proses pembusukkan sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Sisa-sisa makanan yang dibusukkan oleh bakteri tersebut pada akhirnya akan berubah menjadi feses (tinja).

Proses pembusukkan sisa-sisa makanan biasanya akan menghasilkan gas nitrogen, karbondioksida, hydrogen sulphide, dan metana (flatus / gas kentut). Bakteri E.Coli juga berguna dalam menekan pertumbuhan bakteri jahat.

3. Tempat Pembentukan dan Penyerapan Vitamin K


Selain membusukkan sisa-sisa makanan, bakteri Escherichia coli (E.coli) juga memiliki manfaat sebagai penghasil vitamin K yang akan diserap oleh usus besar. Vitamin K berfungsi dalam proses pembekuan darah pada saat terjadi pendarahan seperti luka gores atau pun mimisan.

4. Melindungi Saluran Pencernaan Makanan


Fungsi usus besar selanjutnya yang tak kalah penting adalah melindungi saluran pencernaan makanan dari serangan patogen atau bakteri jahat. Di dalam usus besar terdapat bakteri baik yang dapat melawan patogen penyebab gangguan peencernaan. Selain itu, lapisan mukosa usus besar juga dapat mencegah penyerapan bakteri jahat sehingga bisa mencegah infeksi mikroba.

5. Menyeimbangkan pH


Kadar pH sangat penting dalam proses pencernaan makanan. Mukosa pada permukaan usus besar dapat mengeluarkan zat bikarbonat yang berfungsi untuk menetralisir asam akibat asam lemak dan zat-zat pencernaan lain dari usus halus.

6. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas Tubuh)


Fungsi usus besar ini berkaitan dengan jaringan limfoid, dimana jaringan limfoid pada usus besar akan membantu produksi antibodi untuk melawan bakteri jahat sehingga bakteri baik tetap dalam jumlah normal. Pada bagian sekum usus besar juga terdapat usus buntu atau umbai cacing yang dipercaya berkaitan dengan imunitas tubuh manusia.

7. Menyimpan Dan Mengeluarkan Sisa-Sisa Makanan Hasil Pencernaan


Fungsi usus besar yang tak kalah penting adalah menyimpan dan mengeluarkan feses (tinja). Sisa pencernaan berupa feses ini akan disimpan dalam rektum lalu dikeluarkan melalui anus.

Nah, itulah sekilas info tentang struktur anatomi dan fungsi usus besar dalam sistem pencernaan makanan manusia. Mengingat betapa pentingnya peranan usus besar, maka Anda wajib menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan. Hal ini akan membantu meringankan proses pencernaan makanan di dalam tubuh sehingga saluran pencernaan akan tetap berfungsi normal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Besar Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia"

Post a Comment