Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Halus Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Usus Halus - Sobat biologipedia, berikut ini penjelasan lengkap tentang struktur anatomi dan fungsi usus halus pada sistem pencernaan makanan manusia beserta gambar. Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6 - 8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus.

Sebagai salah satu organ dalam sistem pencernaan manusia, fungsi utama usus halus adalah untuk melakukan penyerapan sari-sari makanan. Selain itu, usus halus juga sebagai tempat proses pencernaan makanan secara kimiawi atau enzimatis. Nah, agar Anda menjadi lebih paham, simak ulasan tentang struktur anatomi beserta fungsinya di bawah ini.

usus halus
Gambar ilustrasi usus halus (sumber : BruceBlaus)

Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Halus Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


Struktur Anatomi Usus Halus Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


Permukaan dalam usus halus terdiri dari ribuan jonjot usus atau vili yang berfungsi memperluas permukaan usus halus dalam proses penyerapan makanan. Daerah permukaan yang berupa jonjot ini merupakan hasil perapatan permukaan. Jika jonjot ini diratakan, dinding ini akan seluas 4.500 meter persegi (lebih kurang seluas lapangan sepak bola Amerika yang bertaraf internasional). Secara umum, anatomi usus halus terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
  • Usus 12 Jari (duodenum), panjangnya ± 25 cm.
  • Usus Kosong (jejunum), panjangnya ± 7 m.
  • Usus Penyerapan (ileum), panjangnya ± 1 m.

Usus Dua Belas Jari (Duodenum)


anatomi usus halus bagian usus dua belas jari duodenum
Gambar ilustrasi anatomi usus halus bagian usus dua belas jari / duodenum (sumber : Luke Guthmann)
Usus dua belas jari berukuran panjang kurang lebih 25 sentimeter. Makanan dari lambung bersifat asam, kemudian masuk ke usus dua belas jari. Sifat asam ini akan merangsang dinding usus untuk mensekresikan hormon-hormon berikut.

Hormon sekretin, berfungsi untuk merangsang sekresi getah pankreas. Apa itu getah pankreas? Getah pankreas adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Getah pakreas mengandung natrium bikarbonat (NaHCO3) yang bersifat basa. Natrium bikarbonat berfungsi sebagai penetral chyme (bubur makanan) dari lambung yang bersifat asam. Getah pankreas juga mengandung enzim pencernaan, yaitu :
  • Tripsin, berfungsi menyederhanakan protein dan pepton.
  • Amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltosa.
  • Lipase, berfungsi menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
pankreas dan empedu
Gambar ilustrasi pankreas dan empedu (sumber : BruceBlaus)
Hormon kolesistokinin, berfungsi untuk merangsang pengeluaran getah (cairan) empedu. Getah empedu dibuat di dalam hati dan disimpan di dalam kantong empedu. Getah empedu mengandung zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin dan garam empedu. Fungsi dari getah empedu dalam proses pencernaan makanan antara lain :
  • Membantu proses pencernaan lemak.
  • Menetralkan asam klorida dalam kimus.
  • Menghentikan aktivitas pepsin pada protein.
  • Merangsang gerak peristaltik usus.
  • Menetralkan usus dari racun.
  • Melarutkan makanan.
  • Pencegah iritasi.
  • Pelindung usus.
  • Menurunkan tegangan air.
  • Membantu pencernaan vitamin.
  • Melarutkan kolestrol jahat.
  • Mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner.
  • Mengurangi resiko terkena penyakit stroke.

Usus Kosong (Jejunum)

usus kosong jejunum
Gambar ilustrasi usus kosong / jejunum (sumber : Vaagisha)
Disebut usus kosong karena pada orang yang sudah meninggal, usus ini tidak ada isinya atau kosong. Dinding usus ini mempunyai kelenjar liberkuhn yang dapat mengeluarkan getah usus. Beberapa enzim yang terkandung di dalam getah usus antara lain :
  • Erepsinogen yang kemudian diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin, berfungsi untuk mengubah dipeptida menjadi asam amino.
  • Maltase, befungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.
  • Sakarase, berfungsi untuk mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Laktase, berfungsi untuk laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Lipase, berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Makanan yang masuk ke dalam usus ini mendapat perlakuan dari getah-getah usus seperti di atas. Pada usus kosong ini lengkap sudah perlakuan terhadap makanan. Pemecahan amilum, protein, dan lemak sehingga menghasilkan komponen-komponen yang paling kecil. Dari usus dua belas jari dan usus kosong, makanan dicernakan dalam bentuk yang paling halus, yaitu protein menjadi asam amino, karbohidrat menjadi monosakarida, serta lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Komponen makanan yang halus tersebut akan didorong masuk ke dalam usus penyerapan (ileum). Selanjutnya, akan ada perlakuan terhadap komponen-komponen tersebut di dalam usus penyerapan/ileum.

Usus Penyerapan (Ileum)

Struktur Usus Penyerapan

usus penyerapan ileum
Gambar ilustrasi usus penyerapan / ileum (sumber : britannica.com)
Dinding usus penyerapan tersusun dari 4 bagian, antara lain :
  • Dinding lapisan luar, berupa membran serosa, yaitu lapisan yang membalut usus dengan erat.
  • Dinding lapisan berotot, terdiri atas dua lapisan serabut. Lapisan luar terdiri atas serabut longitudinal dan di bawahnya ada lapisan tebal terdiri atas serabut sirkuler. Di antara kedua lapisan serabut berotot ini terdapat pembuluh darah dan pembuluh limfa.
  • Dinding submukosa, terdapat otot sirkuler dan lapisan terdalam yang merupakan perbatasannya. Dinding submukosa ini terdiri atas jaringan areolar yang berisi banyak pembuluh darah, saluran limfa, dan fleksus saraf yang disebut fleksus Meissner.
  • Dinding mukosa dalam, berupa kerutan tetap seperti jala yang memberi kesan anyaman halus. Lapisan ini menambah luasnya permukaan sekresi dan penyerapan. Lapisan mukosa ini berisi banyak lipatan lieberkuhn yang merupakan kelenjar sederhana yang diselaputi epitelium silindris.
jonjot-jonjot villi usus halus
Gambar ilustrasi struktur anatomi jonjot-jonjot / villi usus halus (sumber : BallenaBlanca)
Di dalam usus ini terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut dengan villi usus. Pada permukaan villi terdapat tonjolan-tonjolan yang disebut dengan mikrovilus. Terdapat kurang lebih 5000 mikrovilus yang menutupi pada villi. Adanya villi usus ini menyebabkan permukaan usus menjadi luas yang dapat mengoptimalkan penyerapan makanan.

Fungsi Usus Penyerapan

Di dalam usus ini, makanan tidak dilakukan pemecahan lagi, melainkan diserap oleh dinding usus masuk peredaran darah yang kemudian dapat digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Glukosa diserap oleh dinding usus masuk ke darah. Di dalam darah glukosa diubah ke dalam bentuk glikogen oleh hormon insulin yang kemudian disimpan di dalam otot dan hati.

Apabila tubuh kembali membutuhkan glukosa, maka glikogen dapat diubah kembali oleh hormon adrenalin menjadi glukosa lagi. Protein diserap oleh dinding usus dalam bentuk asam amino, yang kemudian menuju darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam hati, asam amino ini dipecah dan menghasilkan amoniak yang kemudian bereaksi dengan asam amino ornithin dan CO2 membentuk asam amino sitrulin.

Selanjutnya, bereaksi dengan amoniak membentuk arginin dan terakhir akan diubah menjadi asam amino arnithin dan ureum. Ureum ini merupakan zat sisa yang harus dibuang lewat urine. Lemak diserap oleh usus dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Gliserol akan terserap langsung, tetapi asam lemak masih bereaksi dengan garam empedu dan garam karbonat.

Fungsi Usus Halus Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia


fungsi usus halus
Gambar ilustrasi fungsi usus halus : proses penyerapan nutrisi (sumber : Keministi)
Sesuai dengan penjelasan tentang anatomi usus halus di atas, berikut ini rangkuman tentang fungsi usus halus dalam sistem pencernaan makanan pada manusia. Mulai dari penghasil getah (cairan) enzim, hormon, tempat pencernaan kimiawi, hingga penyerapan nutrisi / zat gizi.

Menghasilkan Getah Usus Yang Mengandung Enzim Pencernaan

Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus (cairan usus). Getah usus mengandung enzim-enzim pencernaan makanan seperti berikut.

  • Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
  • Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

Mengeluarkan Hormon Untuk Merangsang Pengeluaran Getah Pankreas Dan Empedu

Makanan yang telah hancur menjadi bubur (chyme) dari lambung bersifat asam. Saat chyme ini masuk ke dalam usus halus, maka sifat asamnya akan merangsang usus halus, khususnya usus 12 jari (duodenum) mengeluarkan hormon sekretin dan hormon kolesistokinin. Hormon sekretin, berfungsi untuk merangsang sekresi getah pankreas, sedangkan hormon kolesistokinin, berfungsi untuk merangsang pengeluaran getah (cairan) empedu.

Tempat Terjadinya Proses Pencernaan Secara Kimiawi

Menurut informasi yang saya terima, sekitar 90% proses pencernaan dan penyerapan nutrisi terjadi di usus halus. Sedangkan 10% sisanya terjadi di lambung dan usus besar. Beberapa contoh proses pencernaan di dalam usus halus yaitu pemecahan protein menjadi asam amino oleh enzim Tripsin, pemecahan zat tepung menjadi maltosa oleh enzim amilase, serta pemecahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase.

Penyerapan Nutrisi

Selain mencerna makanan menjadi zat-zat lebih sederhana, fungsi utama usus halus lainnya yang sangat penting adalah menyerap nutrisi (zat gizi). Nutrisi yang diserap tersebut akan diedarkan oleh darah ke seluruh sel-sel tubuh.

Demikianlah uraian singkat tentang anatomi dan fungsi usus halus dalam sistem pencernaan makanan manusia. Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas atau Anda ingin menambahkan informasi, bisa dituliskan melalui kolom komentar. Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Struktur Anatomi Dan Fungsi Usus Halus Pada Sistem Pencernaan Makanan Manusia"

Post a Comment