Filum Platyhelminthes (Cacing Pipih)

No comment 9120 views

Biologipedia.com - Platyhelminthes (cacing pipih) ini berbentuk pipih, lunak, dan simetri bilateral. Dapat hidup bebas di air tawar atau air laut, misalnya, Planaria dan sebagai parasit pada hewan atau manusia, misalnya, cacing hati. Cacing ini tidak mempunyai saluran pencernaan makanan dan anus.

a . Struktur Tubuh Platyhelminthes

Tubuh Platyhelminthes tersusun atas tiga lapisan embrional, yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Sel mesoderma tidak mengalami perkembangan dan terdiri atas sel yang seragam sehingga disebut sel parenkim. Tubuhnya simetri bilateral.

Cacing memiliki saluran pencernaan dari mulut, faring, menuju kerongkongan. Akan tetapi, cacing pipih tidak memiliki saluran pencernaan. Cacing pipih hanya memiliki usus yang bercabang-cabang menuju seluruh tubuh sehingga peredaran makanan tidak melalui pembuluh darah, tetapi langsung diedarkan dan diserap tubuh dari cabang usus tersebut. Sistem ini disebut dengan sistem pencernaan gastrovaskuler.

struktur tubuh planaria

Gambar struktur tubuh Planaria, salah satu contoh hewan anggota Filum Plathyhelminthes
(sumber : sharon-taxonomy2009-p3.wikispaces.com)

Selain itu, Platyhelminthes tidak memiliki anus. Pengeluaran dilakukan melalui mulut. Sisa makanan dalam bentuk cair dikeluarkan melalui permukaan tubuhnya. Demikian juga penyerapan dan pengeluaran gas dilakukan melalui permukaan tubuhnya. Sistem saraf hampir sama dengan sistem saraf pada Coelenterata, dapat bergerak aktif karena adanya sistem saraf dan sistem indra.

Pada cacing hati terdapat dua bintik mata pada bagian kepalanya. Bintik mata tersebut mengandung pigmen yang disebut oseli. Indra peraba pada Planaria disebut aurikula (telinga), ada juga yang memiliki organ keseimbangan dan organ untuk mengetahui arah aliran air (reoreseptor).

b . Cara Berkembang Biak

Cacing pipih dapat berkembang biak secara aseksual dan secara seksual. Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan tubuh. Tiap-tiap hasil pembelahan akan meregenerasi bagian yang hilang. Cara ini biasa dilakukan oleh Tubellaria sp. Secara seksual dilakukan dengan perkawinan silang meskipun cacing pipih bersifat hermafrodit. Zigot dan kuning telur yang terbungkus kapsul akan menempel pada batu atau tumbuhan, kemudian menetas menjadi embrio yang mirip induknya.

reproduksi aseksual planaria

Gambar regenerasi Planaria, salah satu cara berkembang biak (reproduksi) secara aseksual (sumber : snowbio.wikispaces.com)

Setelah mengetahui struktur dan cara berkembang biak Platyhelminthes, berikut ini akan dibahas tentang klasifikasi Platyhelminthes. Klasifikasi Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda. Berikut ini penjelasan singkat ketiga kelas Platyhelminthes tersebut.

Incoming search terms:

author
No Response

Leave a reply "Filum Platyhelminthes (Cacing Pipih)"