Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan : Xilem Dan Floem

Jaringan Pengangkut - Pengertian jaringan pengangkut adalah jaringan yang berguna untuk transportasi hasil asimilasi dari daun ke seuruh bagian tumbuhan dan pengangkutan air serta garam-garam mineral (Kimball, 1992).

Fungsi jaringan pengangkut adalah untuk mengangkut zat-zat mineral (unsur hara dan air) yang diserap oleh akar dari tanah. Selain itu, jaringan pengangkut juga sebagai pengangkut zat-zat makanan hasil fotosintesis untuk disalurkan ke bagian-bagian lain.

Jaringan-Pengangkut-xilem-dan-floem

Gambar Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan Xilem dan Floem (Sumber : slideshare.net)

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan pengangkut pada tumbuhan dibedakan menjadi jaringan xilem dan floem. Berikut ini penjelasan lebih lanjut secara singkat tentang ciri ciri jaringan pengangkut dan gambar jaringan pengangkut pada tumbuhan.

1. Jaringan Xilem

Pengertian xilem adalah jaringan dewasa yang kompleks dan tersusun dari berbagai macam sel. Ciri ciri jaringan xilem pada umumnya tersusun oleh sel-sel yang telah mati dengan dinding sel yang tebal dan mengandung lignin. Xilem terdiri atas beberapa unsur atau sel-sel yaitu unsur trakeal (trakea dan trakeida), serat xilem, dan parenkim xilem.

Jaringan Xilem atau Xylem disebut juga pembuluh kayu. Pembuluh kayu terbentuk dari sel-sel mati yang mengayu, bentuknya memanjang seperti sebuah saluran dimana antara saluran yang satu dengan saluran yang lain saling menyambung. Sel-sel xilem tidak memiliki protoplasma. Tapi memiliki parenkim kayu, yang mengisi ruang-ruang kosong di antara pembuluh dan membantu melekatkan pembuluh-pembuluh tersebut.

Fungsi jaringan xilem adalah untuk mengangkut air dan zat-zat mineral (hara) dari akar ke daun serta sebagai jaringan penguat. Berikut gambar struktur jaringan xilem pada tumbuhan.

Gambar-Jaringan-Xilem

Gambar Jaringan Xilem (Sumber : softilmu.blogspot.com)

Trakea merupakan bagian terpenting pada xilem tumbuhan bunga (Anthophyta). Trakea tersusun atas tabung-tabung yang berdinding tebal karena adanya lapisan selulosa sekunder dan diperkuat lignin sebagai
bahan pengikat.

Lubang atau noktah yang terdapat di ujung-ujung sel trakea disebut perforasi. Trakea hanya terdapat pada Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan tidak terdapat pada Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka), kecuali anggota Gnetaceae (golongan belinjo).

Trakeida mempunyai diameter lebih kecil dibandingkan trakea, walaupun dinding selnya juga tebal dan berkayu. Rata-rata diameter trakeida 30 milimeter dan panjangnya beberapa milimeter. Trakeida terdapat pada semua tumbuhan Spermatophyta (tumbuhan berbiji).

Pada ujung sel trakeida terdapat lubang seperti saringan. Pada batang anggota tumbuhan Dicotyledoneae, jika dilihat dari arah luar letak xilem berada pada bagian dalam sesudah kambium. Sementara itu pada akar, xilem terletak di tengah dan berbentuk menjari dikelilingi floem. Pada akar Monocotyledoneae, letak xilem berdampingan dengan floem dan xilem di sebelah luar. Antara xilem dan floem tidak dibatasi oleh kambium.

Trakeid tersusun atas sel-sel berbentuk lancip dan panjang dengan dinding sel yang berlubang-lubang. Dinding trakeid Xylem memiliki pori untuk meneruskan air dan mineral ke sel di sekitarnya. Serabut kayu atau serabut xilem berbentuk panjang dengan ujung-ujungnya saling berhimpit.

Serabut xilem ukurannya lebih kecil dan lebih lancip daripada trakeid. Setiap bagian dari pembuluh xylem memiliki fungsi. Trakeid dan trakea berfungsi sebagai sarana transportasi. Parenkim xylem berfungsi sebagai alat perekat antar pembuluh serta tempat penyimpanan cadangan makanan, zat ergastik, dan substansi lain seperti zat tannin, Kristal, dll. Serabut xylem berfungsi sebagai pengokoh dan penguat.

Macam-macam Pembuluh Xilem (Xylem)

Berdasarkan asal terbentuknya pembuluh xylem di golongkan kedalam 2 jenis, yaitu:

a. Pembuluh Xylem primer

Xylem primer adalah pembuluh sylem yang terbentuk dari prokambium. Berdasarkan proses terbentuknya, xylem terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Protoxilem, adalah xylem yang pertama kali terbentuk yang kemudian berdiferensiasi dalam bagian tubuh primer yang belum selesai pertumbuhan.
  • Metaxilem, adalah xylem yang terbentuk kemudian ketika tubuh primer sedang tumbuh dan berkembang.

b. Pembuluh Xylem Sekunder

Xylem skunder adalah pembuluh xylem yang terbentuk dari kambium. Xylem sekunder memiliki parenkim yang berasal dari kambium yang berbentuk fusiform atau bentuk sel jari-jari, sehingga diperoleh sel-sel yang sumbu panjangnya mengikuti arah jari-jari organ.

Xylem merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks. Terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Pada umumnya sel-sel penyusun xylem merupakan sel-sel yang telah mati dengan dinding sel yang sangat tebal dan tersusun dari zat lignin yang dapat juga berfungsi sebagai jaringan penguat. Dalam tubuh tumbuhan berpembuluh, xylem dan floem berkerjasama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

2. Jaringan Floem

Pengertian jaringan floem adalah suatu jaringan dewasa yang kompleks tersusun atas sel-sel yang masih aktif atau hidup dan yang telah mati. Floem terdiri dari beberapa sel atau unsur yaitu unsur-unsur kibral, sel pengantar, sel albumen, parenkim floem, dan serat-serat floem. Pembuluh floem disebut juga pembuluh tapis.

Secara umum ciri ciri jaringan floem adalah terdiri dari sel yang hidup, berdinding selulosa, berdinding melintang dan berpori, terdiri dari pembuluh tapis sel pengantar, sel albumen, parenkim floem dan serat floem. Fungsi jaringan floem adalah untuk mengangkut dan mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Gambar-Jaringan-Floem

Gambar Jaringan Floem (Sumber : Biology, Campbell)

Unsur-unsur kibral atau tapis terdiri atas dua macam, yaitu sel-sel tapis dan komponen buluh tapis. Sel-sel penyusun buluh tapis mempunyai dinding melintang yang berfungsi sebagai sekat-sekat. Sekat-sekat ini mempunyai pori-pori dan berfungsi sebagai tapisan atau saringan.

Parenkim floem merupakan jaringan parenkim yang terdapat di bagian pembuluh tapis (floem). Pada bagian ini terdapat sel-sel pengantar dan sel-sel albumen. Sel albumen merupakan sel jari-jari empulur dan sel-sel parenkim pembuluh tapis. Sel-sel ini kaya akan zat putih telur.

Jaringan parenkim pada floem terdiri dari sel-sel yang masih hidup dan melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Parenkim floem berfungsi untuk menyimpan zat-zat tepung, lemak, dan zat organik lainnya serta merupakan tempat akumulasi beberapa zat, misalnya tanin dan resin.

Sel pengantar atau pengiring terdiri dari sel-sel masih hidup dan bersifat meristematis. Fungsi sel-sel pengantar belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan bahwa sel pengantar berfungsi sebagai pembawa hormon-hormon bagi penyembuhan luka dan menyalurkan zat-zat makanan bagi sel-sel tapis.

Serat-serat floem terdiri atas floem primer maupun sekunder. Floem primer terbentuk dalam organ-organ tumbuhan yang masih mengadakan pertumbuhan memanjang. Adapun serat-serat floem sekunder terbentuk dari sel-sel kambium.

Bagaimana penjelasannya? Cukup jelas bukan? Apabila ada yang kurang jelas atau pun mau menambahkan bisa menuliskannya di kolom komentar. Sekian penjelasan singkat tentang jaringan pengangkut pada tumbuhan yang berupa jaringan xilem dan jaringan floem, semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

author
One Response
  1. author

    diza11 months ago

    Sangat jelas, makasih kk !!! ^-^

    Reply

Leave a reply "Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan : Xilem Dan Floem"