Klasifikasi Protista Mirip Hewan

No comment 7688 views

Biologipedia.com - Klasifikasi protista mirip hewan dapat dikelompokkan berdasarkan alat geraknya. Berdasarkan alat geraknya, klasifikasi protista mirip hewan atau yang disebut protozoa, dapat dibagi menjadi enam filum, yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu), Actinopoda, Foraminifera, Flagellata atau Mastigophora (bercambuk), Ciliata (berambut getar), dan Sporozoa (penghasil spora). Pada tulisan ini, hanya akan dibahas 4 Filum protista mirip hewan (protozoa). Berikut penjelasan tentang klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh masing-masing Filum tersebut.

1. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu)

Rhizopoda adalah protista mirip hewan (protozoa) yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. Selain Amoeba, ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda, yaitu Foraminifera dan Arcella. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang.

Gambar Amoeba proteus, salah satu protista mirip hewan dilihat dibawah mikroskop (sumber gambar : www.microscopy-uk.org.uk)

Gambar Amoeba proteus, salah satu protista mirip hewan dilihat dibawah mikroskop (sumber gambar : www.microscopy-uk.org.uk)

Amoeba

Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Amoeba termasuk makhluk hidup bersel satu dan hidup bebas di tempat-tempat yang becek, berair, dan mengandung makanan. Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat, pengeluaran, pertukaran gas, alat gerak, dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma), sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma), dan sebuah inti sel.

Dengan kaki semunya, Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. Kemudian, membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Dari sini, sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut.

Gambar struktur sel Amoeba, salah satu contoh protista mirip hewan yang termasuk dalam Filum  Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) (sumber : davidwangblog.wordpress.com)

Gambar struktur sel Amoeba, salah satu contoh protista mirip hewan yang termasuk dalam Filum
Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) (sumber : davidwangblog.wordpress.com)

Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua, lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba.

Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel, delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya. Pada keadaan yang tidak menguntungkan, Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. Jika keadaan luar telah membaik, kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya.

Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Misalnya, Entamoeba yang menyebabkan penyakit, seperti Entamoeba histolytica, berparasit dalam usus manusia. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis, mungkin tidak ditutup, terkena debu, atau dihinggapi lalat. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare.

Untuk mencegah diare, hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh, kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh, bahkan dapat mencapai hati. Selain Entamoeba histolytica, ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. Agar tidak sampai terserang, gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur.

Incoming search terms:

author
No Response

Leave a reply "Klasifikasi Protista Mirip Hewan"