Struktur Dan Fungsi Sel Eukariotik : Sitoskeleton – Nukleus

Struktur Dan Fungsi Sel Eukariotik - Uraian kali ini akan mengulas sekilas struktur dan fungsi sel eukariotik yaitu tentang organel sel sitoskeleton dan nukleus.

Sitoskeleton

Pengertian Sitoskeleton adalah rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda yaitu mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediar. Sitoskeleton termasuk bagian struktur dan fungsi sel eukariotik yang berfungsi atau berperan dalam pergerakan sel dan sebagai rangka sel. Berikut penjelasan tentang struktur dan fungsi sitoskeleton serta komponen serat penyusunnya.

Struktur Sitoskeleton

Struktur Sitoskeleton (Gambar : ernatb.wordpress.com)

a. Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot dan membentuk rangka dalam sel. Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.

Contoh: menyebabkan kontraksi pada sel2 otot; tetapi apabila aktin dan miosin saling menjauh maka akan terjadi relaksasi; Amoeba: berperan dalam pembentukan pseudopoda, gerakan sel, gerakan sitoplasma, pembelahan sel yaitu terbelahnya sel menjadi 2 sel anak karena ditarik mikrofilamen yg menghubungkan membran.

b. Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar.

Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Dengan demikian, mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu dalam pembelahan mitosis.

c. Filamen Intermediar

Filamen intermediar adalah rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus. Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin.

Fungsi Sitoskeleton secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan kekuatan mekanik pada sel
  2. Menjadi kerangka sel
  3. Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin.

Nukleus

Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan sel atau pusat pengaturan seluruh aktivitas sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 mikrometer. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Nukleus termasuk bagian struktur dan fungsi sel eukariotik

Pada umumnya sel organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu inti. Berdasar jumlah nukleus, sel dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Sel mononukleat (berinti tunggal), misalnya sel hewan dan tumbuhan.
  2. Binukleat (inti ganda), contohnya Paramaecium.
  3. Multinukleat (inti banyak), misalnya Vaucheria (sejenis alga) dan beberapa jenis jamur.
struktur-nukleus-sel

Struktur Nukleus (Gambar : Biology, Raven dan Johnson)

Di dalam nukleus terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA. Setiap nukleus tersusun atas beberapa bagian penting sebagai berikut.

1. Membran Nukleus (Selaput Inti)

Selaput inti merupakan bagian terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Selaput inti terdiri atas dua lapis membran (bilaminair), setiap lapis merupakan lapisan bilayer. Ruang antara membran disebut perinuklear atau sisterna.

Pada membran ini terdapat porus yang berfungsi untuk pertukaran molekul dengan sitoplasma. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, dibedakan dua tipe sel yaitu sel prokariotik (tidak memiliki selaput inti) dan sel eukariotik (memiliki selaput inti).

2. Nukleoplasma

Nukleoplasma adalah cairan inti (karyotin) yang bersifat transparan dan semisolid (kental). Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks. Pada saat pembelahan sel, benang kromatin menebal dan memendek serta mudah menyerap zat warna disebut kromosom.

Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri (mengopi diri) menjadi RNA yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma.

3. Nukleolus

Nukleolus atau anak inti tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Nukleolus terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukan merupakan organel yang tetap.

Jadi, nukleus memiliki arti penting bagi sel. Fungsi nukleus antara lain :

  • Pengatur pembelahan sel.
  • Pengendali seluruh kegiatan sel, misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam sitoplasma.
  • Pembawa informasi genetik.

Sekian penjelasan singkat struktur dan fungsi sel eukariotik tentang sitoskeleton dan nukleus. Apabila masih ada pertanyaan atau request artikel biologi yang lain tentang struktur dan fungsi sel eukariotik bisa ditulis di kolom komentar, semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

author
No Response

Leave a reply "Struktur Dan Fungsi Sel Eukariotik : Sitoskeleton – Nukleus"